Jalani Rawat Inap, Amido Balde Menepi Kontra PSS

 

Penyerang Persebaya Surabaya, Amido Balde, alami permasalahan pada perutnya mendekati pertandingan kontra Barito Putera, Selasa (9/7/2019). Ia telah masuk dalam daftar daftar pemain, tetapi dicoret karena sakit itu.

Keadaan yang dirasakannya itu nyatanya masih bersambung sampai saat ini. Bahkan juga, ia sedang jalani opname atau rawat inap dalam suatu Rumah Sakit di Surabaya. Pemain dari Guinea-Bissau itu sangat terpaksa terpaksa mangkir untuk pertandingan selanjutnya.

“Amido Balde saat ini sedang jalani opname serta butuh dirawat. Ia masih ada masalah pada perutnya. Jadi, sangat terpaksa ia tidak dapat bela team waktu jalani pertandingan tandang ke Sleman,” kata Djadjang Nurdjaman, pelatih Persebaya, pada Bola.com, Kamis (11/7/2019).

Sekarang ini, scuad Bajul Ijo telah ada di Yogyakarta sesudah tempuh perjalanan dari Surabaya pada Kamis pagi. Mereka akan siap-siap jalani pertandingan minggu ke-8 Shopee Liga 1 2019 menantang tuan-rumah PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (13/7/2019).

Dokter team Persebaya, Pratama Wicaksana Wijaya, menerangkan Amido Balde harus menepi beberapa waktu ke depan. Tetapi, tidak dibutuhkan waktu yang lama sebab sekarang telah ada team medis yang mengatasi pemain berumur 28 tahun itu.

“Balde jalani rawat inap, ia menyalahkan pusing serta tubuh lemas. Diagnosisnya sebab dehidrasi karena infeksi aliran pencernaan. Dalam dua hari ke depan, diperkirakan Balde telah sembuh dan sudah bisa keluar dari rumah sakit,” sebut dokter Persebaya Surabaya yang karib dipanggil Tommya itu.

Tanpa ada Amido, formasi pemain depan Persebaya tidak beralih seperti waktu mereka melayani Barito Putera. Trisula posisi depan akan kembali diisi oleh Irfan Jaya, Osvaldo Haay, serta Manuchehr Jalilov.

“Praktis, pemain depan kami akan seperti waktu menantang Barito. Tidak jadi masalah untuk saya, sebab formasi pemain yang dibawa ke Sleman bagus juga. Lebih baik kami membiarkan dia istirahat dan kembali dengan pulih,” kata Djadjang.

“Saya telah sediakan gagasan untuk mengambil point disana,” sambung Djadjang.

Romelu Lukaku telah di kabarkan ingin bermain sama skuad Setan Merah

Penyerang Manchester United, Romelu Lukaku berharap kepindahannya ke Inter Milan segera terwujud. Ia berharap sudah bisa bermain melawan Setan Merah di tur pra musim Inter Milan minggu depan.

Sejak awal bulan Juli ini, saga transfer Lukaku ke Inter Milan memasuki babak baru. Agen sang pemain, Federico Pastorello mengonfirmasi bahwa ia sedang mengupayakan kepindahan sang striker ke Inter Milan di musim panas ini.

Namun hingga detik ini, transfer Lukaku belum kunjung selesai. Hal ini dikarenakan Inter Milan masih menemui kendala untuk memenuhi tuntutan Manchester United yang mencapai 80 juta pounds.

“Romelu Lukaku sudah tidak sabar ingin segera pindah ke klub Inter Milan. Dan sehingga ia sudah medesak dengan sang agen untuk bisa mempercepat melakukan proses dengan kepindahan ke Inter Milan.” Dilansir The Mirror.

Romelu Lukaku berharap bahwa dengan transfernya bisa selesai di minggu ini. Maka pasalnya ia ingin segera menyesuaikan diri dengan rekan-rekan yang setimnya yang baru di musim panas ini.

Selain itu ia ingin bisa berhadapan dengan Manchester United di pra musim ini. Seperti yang sudah diketahui, United dan Inter akan saling berhadapan di Singapura pada laga International Champions Cup di tanggal 19 Juli mendatang.

Karena dengan demi bisa bermain di dalam laga, maka Romelu Lukaku juga telah ingin berpindah dengan secara terealisasi dan sehingga Antonio Conte juga bisa menggunakan pada laga itu.

Dengan laporan yang beredar dari Inggris telah mengklaim bahwa pihak dari Inter Milan akan segera menyelesaikan transfer Romelu Lukaku di dalam waktu yang akan mendekat.

Beberapa perwakilan mereka yang di beritakan sudah terbang ke Inggris pada awal pekan kemarin. Dan sehingga telah membuat mereka tampaknya ingin bertemu dengan secara langsung bersama Ed Woodward untuk menyelesaikan transfer ini. Namun juga pihak dari Inter Milan berharap kepada mereka bisa mengamankan jasa sang striker pada akhir pekan ini paling lambat.

MENUNGGU SOLUSI YANG MEMUASKAN POGBA DAN MAN UNITED

Masa Depan Paul pogba yang juga merupakan salah satu pemain handal ataupun pilarnya dari Manchester united ini dikabarkan masa menjadi suatu tanda tanya atas masa depan yang akan kita Ia jalani lebih lanjutnya selain dari itu juga ada juga masalah yang masih di spekulasikan soal masa depan paul pogba di Manchester united yang masih terus menerus bergulir, Agen Pogba, yang bernama Mino Raiola, yang juga sangat berharap bahwa kedua pihak bias secara cepat menemukan solusi jalan keluarnya dari pemain itu tersebut.

Dan lagi-lagi paul pogba yang juga ingin hengkang atau lebih tepatnya meninggalkan MU pada saat musim panas ini, dan sementara itu juga dengan Agen Pogba sendiri yang juga menyebutkan jika kalua setan merah sudah mengetahui atas keinginan kliennya itu.

Kedua klub yang juga yang bagaimana pun juga sangat tertarik terhadap pemain yang berasal dari prancis itu yaitu Real Madrid dan juga Juventus yang menjadi kabar perbincangan yang paling cepat tertarik dengan paul pogba itu tersebut, namun sejauh ini juga kembali lagi dengan Manchester united yang masih belum bisa mendapatkan tawaran yang cocok dan resmi untuk Pogba.

Dalam menanggapi hal tentang spekulasi tentang soal masa depan pogba, Raiola yang juga sangat berharap bahwa persoalan ini akan bisa secepat mungkin di urus atau pun diselesaikan dengan secara seksama, dia juga Sudah melancarkan pembelaan untuk Pogba yang berada di musim lalu itu kerap dapat kritik .

“Si Pemain yang bernama Paul Pogba yang kemungkinan besar tidak akan terlalu banyak mencampuri urusan ini dikarenakan Manchester united tersebut yang akan mengatur ataupun mencari penawaran yang cocok untuk memberikan pemainnya dengan tawaran yang pasti dan cocok untuk Manchester united itu sendiri, “ujar dari Raiola kepada TalkSports.

“Dia juga sepenuhnya sangat percaya diri dan menghormati dan profesioanl dalam segala hal dan selalu demikian, klub Sudah lama tahu soal perasaannya.”

Ander Herrera Bergabung Dengan PSG Secara Gratis

Ander Herrera mengklaim dewan Manchester United gagal meyakinkannya tentang “pentingnya kedalaman skuad” di tengah pembicaraan kontrak, yang menyebabkan transfer bebasnya ke Paris Saint Germain.

Pemain 29 tahun menandatangani kontrak lima tahun dengan juara Prancis pekan lalu setelah kontrak sebelumnya di Old Trafford berakhir pada 1 Juli.

Pemain internasional Spanyol itu menandatangani Setan Merah dari Athletic Club pada 2014 dan dengan cepat menjadi favorit penggemar karena gaya permainannya yang kuat dan hasratnya di lapangan.

Herrera membuat 189 penampilan untuk United di semua kompetisi, mencetak 20 gol, dan juga memenangkan Piala FA, Piala Carabao, dan Liga Eropa.

Dapat dipahami bahwa Ole Gunnar Solskjaer ingin mempertahankan gelandang di depan kampanye 2019-20, tetapi seperti yang diungkapkan pada hari Kamis, klub tidak mau memenuhi tuntutan upah 350.000 poundsterling per minggu.

Dan selama wawancara pertamanya sebagai pemain PSG, Herrera telah mengakui bahwa jaminan tertentu atas posisinya dan pentingnya di United tidak akan datang, itulah sebabnya ia memutuskan untuk pindah.

“Saya tidak suka melihat masa lalu tetapi ada perbedaan mengenai proyek dan kepentingan saya di dalamnya,” katanya kepada Marca. “Saya sangat senang, saya harus berterima kasih banyak kepada klub, para penggemar dan juga Solskjaer.

“Dia melakukan banyak hal untukku agar bertahan, tetapi hal-hal tidak terjadi. Mereka datang terlambat dan, pada saat itu, aku sudah membuat keputusan untuk bermain di Paris.”

Herrera dibatasi untuk 22 penampilan Liga Premier musim lalu di tengah masalah cedera yang terus-menerus, tetapi ia masih merupakan pemain yang menonjol di tim yang kesulitan.

Mantan penegak Bilbao sering mengungguli nama-nama bintang United dan bahkan mendapatkan penghargaan Pemain Terbaik tahun ini di 2017, setelah musim pertama yang luar biasa di bawah Jose Mourinho.

Melihat kembali ke masa lalu di Old Trafford, Herrera mengakui memenangkan penghargaan itu adalah salah satu momen paling membanggakannya, sementara juga menyatakan bahwa dia tidak akan pernah bergabung dengan klub Inggris lain setelah lima tahun berkesan di Manchester.

“Itu luar biasa. Dalam lima tahun saya telah memainkan 189 pertandingan dan saya penting bagi semua pelatih,” tambahnya.

“Memang benar bahwa MVP (Penghargaan Sir Matt Busby) membuat seseorang merasa istimewa dan sangat bahagia, saya menjaga setiap momen yang saya jalani.

“Kenapa PSG? Karena meninggalkan United, tim terbesar di Inggris, kamu butuh sesuatu seperti PSG, yang merupakan yang terbesar di Prancis. Aku tidak bisa bermain di klub Inggris lain.”

Prediksi Pertandingan Liga 1 Indonesia 10 Juli: Persija Jakarta vs Persib Bandung

Pertandingan super big match penuh gengsi akan tersaji dipekan ke delapan Shopee Liga 1 Indonesia 2019 yang mempertemuakan dua rival abadi antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung. Tampil tanpa pendukungnya, Tim Maung Bandung diprediksi akan tampak kesulitan melawan sang rival.

Pasalnya, terkait rapat koordinaasi kedua klub dengan kepolisian. Persija Jakarta yang mendapatkan izin untuk menggelar pertandingan menjamu Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Rabu (10/07) sore wib mendatang. Tim pendukung Persib yang dijuluki Bobotoh atau Viking ini dilarang hadir.

Meski berada dipapan bawah klasemen, Persija Jakarta saat inin sedang dalam tren yang positif. Sejak dikalahkan Bali United, tim asuhan Julio Banuelos belum terkalahkan di empat laga terakhir mereka dengan meraih dua hasil kemenangan di smeua kompetisi. Di laga terakhir, Persija Jakarta bermain imbang lawan Borneo FC 1-1 di babak semifinal Piala Indonesia dan memastikan diri lolos di babak final. Sebelumnya, Persija juga memetik kemenangan dua beruntun saat menghadapi PSS Sleman dan leg pertama menjamu Borneo dua pekan silam.

Sementara Persib Bandung sendiri tak jauh berbeda dari Persija yang juga menghuni papan bawah klasemen Liga 1. Mereka berada satu trip diatas Persija dengan enam poin hasil dari enam laga dari tiga kali hasil imbang dan satu kemenangan serta dua kali menelan kekalahan. Berbeda dengan sang lawan, Maung Bandung akan memulai laga ini dengan modal buruk yakni tak pernah menang di lima laga terakhirnya.

Tampil tanpa pendukungnya, jelas membuat pertandingan nanti akan menjadi lebih berat buat mereka. Dengan mental yang sedang turun, para pemain Persib Bandung juga harus siap menghadapi puluhan ribu suporter The Jakmania yang siap memadati stadion Gelora Bung Karno. Maka dari itu, tentu saja Persib tidak diunggulkan dalam laga nanti.

Baik Persija dan Persib diprediksi akan lebih condong bermain sabar, terutama bagi tim tamu yang kemungkinan akan lebih banyak menunggu dan mengandalkan bola-bola jauh dengan memanfaatkan serangan balik.

Lima pertemuan terakhir kedua tim:

05/11/16 Persija 0-0 Persib (Liga 1)

22/07/17 Persib 1-1 Persija (Liga 1)

03/11/17 Persija 1-0 Persib (Liga 1)

30/06/18 Persija 1-0 Persib (Liga 1)

23/09/18 Persib 3-2 Persija (Liga 1).

Lima pertandingan terakhir Persija:

31/05/19 Bali United 1-0 Persija (Liga 1)

22/06/19 Persela Lamongan 0-0 Persija (Liga 1)

29/06/19 Persija 2-1 Borneo FC (Piala Indonesia)

03/07/19 Persija 1-0 PSS Sleman (Liga 1)

06/07/19 Borneo FC 1-1 Persija (Piala Indonesia).

Lima pertandingan terakhir Persib:

29/05/19 Semen Padang 0-0 Persib (Liga 1)

18/06/19 Persib 1-1 Tira Persikabo (Liga 1)

23/06/19 Persib 1-1 Madura United (Liga 1)

30/06/19 Persib 1-2 Bhayangkara FC (Liga 1)

05/07/19 Persebaya 4-0 Persib (Liga 1).

Sama sama masih tertahan di papan bawah klasemen Liga 1 2019, akan membuat laga ini semakin menarik dalam upaya memperbaiki posisi mereka. Meski demikian, Persija lebih diunggulkan sebagai tuan rumah tanpa suporter sari tim tamu. Prediksi skor 1-0 kemungkinan akan menjadi hasil akhir pada laga bigmatch nanti.

Prediksi susunan pemain:

Persija Jakarta (4-3-3): Shahar Ginanjar, Ismed sofyan, Maman Abdurahman, Dany Saputra, Tony Sucipto, Novri Setiawan, Sandi Sute, Bruno Matos, Rohit Chand, Riko Simanjuntak, Marko Simic

Pelatih: Julio Banuelos.

Persib Bandung (4-2-3-1): I Made Wirawan, Supardi, Malisic, Saepuloh, Ardi Idrus, Kim Kurniawan, Hariono, Ghozali Siregar, Rene Mihelic, Esteban Vizcarra, Ezechiel N’Douassel

Pelatih: Robert Alberts.

Javier Aguirre Sudah Dipecat

 

Kabar terburuk yang juga sudah datang dari tim mesir yang bagaimana pun juga sudah kalah dalam pertandingan berkompetisi ini dan juga sudah tersingkirkan dari Piala Afrika itu sendiri, dan selain dari itu juga Pelatih dari mesir pun juga sudah dipecatkan dan hal terparahnya lagi untuk tim mesir itu sendiri presidennya asosiasinya memilih untuk mundur, setelah tersingkirnya timnas mesir di Piala Afrika 2019 berbuntut Panjang, pelatih yang bernama Javier Aguirre yang pada akhirnya harus dipecat yang juga disusul oleh mundurnya presiden Asosiasi SEpakbola Mesir, dan alasanya mengapa ?

Mesir yang bagaimana pun juga bisa dibilang telah menjadi unggulan teratas di turnamen itu tersebut setelah mengingat statusnya sebagai tuan rumah, mereka yang juga sudah menjalani pertandingan berkompetisi ini dengan mulus dari fase grup dengan tiga kemenangan dan hanya menghadapi Afrika selatan yang berada di babak 16 besar itu tersebut.

Dan ditambah lagi, mereka yang memiliki Mohamed Salah yang juga merupakan kelahiran dari Mesir yang juga ikut berkompetisi dalam timnya sendiri yang sebagai bintang utama tim yang juga sudah berhasil membuat dua gol yang berada di fase grup, dan juga merupakan Klub dari tim Liverpool yang pada saat di musim lalu sudah berhasil memenangkan liga champions berkat dirinya juga. Namun akan tetapi, prediksi tinggal prediksi karena afsel justru mengejutkan ketika mereka mampu bisa mengalahkan mesir didepan para pendukungnya sendiri, yang juga sudah di pertandingkan pada hari minggu (7/7/2019) dinihari WIB tadi dengan skornya yaitu 1-0.

Kekalahan itu juga lantas membuat seluruh para pemain mesir khususnya salah begitu sangat kecewa dan juga patah hati sekali, belum lagi dengan para pendukung sebenarnya sudah mengimpikan lagi menjadi jaura setelah kali terakhir pada saat di tahun 2008 itu.

Atas hasil buruk yang juga sudah menimpanya itu, Aguirre pun otomatis diberhentikan dari posisinya sebagai pelatih meski ia belum genap setahun melatih di Mesir ini.

 

Marquinhos Sakit Parah Usai Menjaga Messi

Marquinhos mengungkapkan ia menderita diare dan muntah sebelum menandai Lionel Messi dalam kemenangan semifinal Copa America Brasil atas Argentina dimana Bek Paris Saint-Germain bertahan selama 64 menit pertandingan di Belo Horizonte kendati terkena virus dan, pada saat Miranda menggantikannya, Selecao unggul 1-0 atas gol pembuka babak pertama Gabriel Jesus. Roberto Firmino menggandakan keunggulan Brasil tujuh menit setelah kepergian Marquinhos dan pelatih kepala Tite melihat beknya membatasi empat pemain depan Argentina, Tiga Lautaro Martinez, Sergio Aguero dan Messi meskipun dua yang terakhir membentur mistar gawang dan masing-masing tiang. Marquinhos memuji kinerja Messi sangan inspirasi tetapi mengakui mengawasi jimat Barcelona adalah ancaman.

“Itu tidak mudah, tidak, ia berada pada perfoma yang baik, Bukan hanya dia, karena tim Argentina membuat pertandingan yang hebat dan itu sangat sulit, tetapi saya pikir tim berhasil membatalkan serangan Argentina dengan baik karena Yang kami tidak bisa batalkan adalah beberapa peluang beruntung, dengan bola membentur tiang dan Alisson melakukan beberapa penyelamatan hebat tentu Itu membuat tim kami kuat dan solid. ” Marquinhos mengatakan dia menerima perawatan di fasilitas medis stadion setelah pertandingan, yang membuat Brazil maju ke final Copa America untuk pertama kalinya sejak 2007 dan Brasil akan menghadapi Peru di final hari Minggu dan bek tengah itu berharap dia bisa tetap bugar dan sehat karena rekan satu timnya bertujuan mengangkat trofi untuk kesembilan kalinya.

Menjelaskan penyakitnya, Marquinhos menambahkan “Pada hari pertandingan, saya akhirnya menderita virus dan saya menghabiskan hari itu di hotel, Itu sangat rumit dan Saya mengalami diare dan muntah, saya masih bisa bermain sedikit, tetapi dengan upaya itu semakin buruk selama permainan dan Setelah pertandingan, berakhir juga semakin buruk,  saya demam dan akhirnya harus pergi ke rumah sakit stadion tetapi saya berhasil mendapatkan suntikan dan saya merasa lebih baik sehingga bisa bermain lebih baik lagi untuk tim sebelum saya keluar. ”

Marquinhos Sakit Parah Usai Menjaga Messi

Marquinhos mengungkapkan ia menderita diare dan muntah sebelum menandai Lionel Messi dalam kemenangan semifinal Copa America Brasil atas Argentina dimana Bek Paris Saint-Germain bertahan selama 64 menit pertandingan di Belo Horizonte kendati terkena virus dan, pada saat Miranda menggantikannya, Selecao unggul 1-0 atas gol pembuka babak pertama Gabriel Jesus. Roberto Firmino menggandakan keunggulan Brasil tujuh menit setelah kepergian Marquinhos dan pelatih kepala Tite melihat beknya membatasi empat pemain depan Argentina, Tiga Lautaro Martinez, Sergio Aguero dan Messi meskipun dua yang terakhir membentur mistar gawang dan masing-masing tiang. Marquinhos memuji kinerja Messi sangan inspirasi tetapi mengakui mengawasi jimat Barcelona adalah ancaman.

“Itu tidak mudah, tidak, ia berada pada perfoma yang baik, Bukan hanya dia, karena tim Argentina membuat pertandingan yang hebat dan itu sangat sulit, tetapi saya pikir tim berhasil membatalkan serangan Argentina dengan baik karena Yang kami tidak bisa batalkan adalah beberapa peluang beruntung, dengan bola membentur tiang dan Alisson melakukan beberapa penyelamatan hebat tentu Itu membuat tim kami kuat dan solid. ” Marquinhos mengatakan dia menerima perawatan di fasilitas medis stadion setelah pertandingan, yang membuat Brazil maju ke final Copa America untuk pertama kalinya sejak 2007 dan Brasil akan menghadapi Peru di final hari Minggu dan bek tengah itu berharap dia bisa tetap bugar dan sehat karena rekan satu timnya bertujuan mengangkat trofi untuk kesembilan kalinya.

Menjelaskan penyakitnya, Marquinhos menambahkan “Pada hari pertandingan, saya akhirnya menderita virus dan saya menghabiskan hari itu di hotel, Itu sangat rumit dan Saya mengalami diare dan muntah, saya masih bisa bermain sedikit, tetapi dengan upaya itu semakin buruk selama permainan dan Setelah pertandingan, berakhir juga semakin buruk,  saya demam dan akhirnya harus pergi ke rumah sakit stadion tetapi saya berhasil mendapatkan suntikan dan saya merasa lebih baik sehingga bisa bermain lebih baik lagi untuk tim sebelum saya keluar. “

Tawaran Gaji David De Gea

David Dea yang bagaimana pun juga merupakan salah satu kiper dari klub Manchester united yang juga masa kontraknya akan segera habis pada musim ini dan selain dari itu juga Manchester united yang juga menawarkan kepada David de ga untuk mengenai kenaikan gaji signifikan di kontrak barunya itu tersebut, di sisi lain dari itu juga bahwa Manchester united yang masih mencoba menyakinkan David de gea untuk bertahan di Setan Merah ini, MU yang juga sodori De Gea tawaran dengan gaji yang juga mencapai 6,2 Miliar untuk per pekannya,jika saja ia ingin tetap bertahan di MU.

Kiper internasional yang berasal dari spanyol itu juga sudah tinggal memiliki sisa kontrak sampai pada akhir musim depan, dan dengan adanya begini juga, MU yang tidak mau ambil resiko ataupun MU akan berisiko kehilangan De Gea secara gratis kalua saja kontraknya tidak segera di perpanjang kembali.

Sementara itu juga, MU yang juga tidak mau memenuhi tuntutan De Gea yang juga diyakini menginginkan gaji setara dengan Alexis Sanchez. Bintang sepakbola yang kelahiran dari Chile itu juga merupakan salah satu pemain yang berbayaran tertinggi diklub sebesar dengan 400 ribu pound sterling sepekan sebelum bonus-bonus terkait performa.

Dan meski begitu juga MU yang juga masih mempertimbangkan akan suatu hal yang sangat dimiliki oleh De Gea dan mencoba untuk menaikkan gaji De Gea dengan cukup signifikan, dari bayarannya juga sekarang sebesar dengan 200 ribu pound sterling (Rp 3,55 Miliar) , dan juga sudah dilaporkan oleh The times mengungkapkan hal itu,MU yang menawarkan gaji baru kepada De Gea sebesar dengan 350 ribu pound sterling (Rp 6,22 Miliar).

MU yang juga disebut-sebut berharap ia bisa mengikat De Gea selama lima tahun lagi, dan dengan kesepakatan yang juga sudah dibuat tersebut, kiper yang juga Sudah berusia 28 tahun itu akan menjadi penjaga gawang bergaji tertinggi di dunia.

 

Perseru Badak Lampung 3-3 Barito Putera

Laskar Antasari kembali gagal memetik poin penuh di pertandingan pekan ke enam Shopee Liga 1 Indonesia 2019. Bertandang ke markas Perseru Badak Lampung, di Sumpah Pemuda Stadium, pada hari Jumat (05/07) malam wib, Barito Putera harus puas setelah bermain imbang dengan tuan rumah lewat skor 3-3.

Saling berbalas gol terjadi disepanjang laga, tiga gol Laskar Saburai masing masing dicetak lewat gol dari Fernando dan brace dari Wagsley. Sementara gol tim tamu disumbangkan lewat dua gol yang dicetak Samsul Arif Munip dan satu gol bunuh diri dari Syahria Mustofa.

Dengan tambahan satu poin untuk masing masing tim, Badak Lampung saat ini bertengger keposisi 10 tangga klasemen dengan 7 poin dari tujuh laga yang telah dijalani. Sementara Barito Putera masih gagal keluar dari zona merah posisi ke 17 dengan tiga poin dari enam laga yang telah dilakoni.

Meski berstatus sebagai tim tamu, Barito Putera yang mengincar kemenangan pertama ini langsung tampil terbuka dan membuat tuan rumah tertekan. Alhasil Laskar Antasari pun berhasil membuka keunggulan lebih dulu melalui aksi Samsul Arif di menit ke 13. Mendapatkan bola sodoran dari Prisca Womsiwor, Samsul Arif melepaskan tembakan keras dari depan kotak pinalti tanpa mampu dihalau kiper Daryono. Skor pun berubah menjadi 0-1.

Tertinggal lebih dulu, tuan rumah pun sukses menyamakan kedudukan saat laga memasuki menit ke 35. Francisco Torres Wagsley sukses mencetak gol usaai memanfaatkan umpan crossing dari Lestaluhu dengan sepakan dari jarak dekat dan membuat skor kembali imbang menjadi 1-1.

Tiga menit berselang, Perseru Badak Lampung bahkan berhasil kembali mencetak gol untuk berbalik unggul melalui gol dari Fernandinho. Menerima umpan dari Lestaluhu, pemain asal Brasil tersebut kemudian melepaskan tembakan kaki kanan dari luar kotak pinalti yang gagal diantisipasi oleh kiper Aditya Harlan. Skor pun berubah menjadi 2-1.

Jelang akhir babak pertama, Barito Putera berhasil menyamakan kedudukan tepat pada menit ke 45+3. Samsul Arif kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk kedua kalinya dilaga ini usai berhasil mengonversi umpan silang dari Rizki Pora menjadi gol. Skor pun kembali imbang menjadi 2-2 dan bertahan hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, tim tamu Barito Putera kembali mengambil inisiatif serangan terlebih dahulu. Alhasil, klub asal Kalimantan Selatan ini kembali berhasil berbalik unggul saat laga memasuki menit ke 51. Umpan silang dari Yamashita di sisi kiri serangan membuat kemelut didepan gawang, bek tuan rumah Syahria Mustofa yang bermaksud menghalau bola justru malah membelokkan bola masuk kedalam gawang sendiri. Skor pu berubah kembaali menjadi 2-3.

Selanjutnya, laga pun berjalan semakin sengit. Saat laga memasuki menit ke 67 mereka kembali berhasil menyamakan kedudukan lewat titik putih. Hadiah pinalti diberikan oleh wasit setelah Andri Ibo melakukan pelanggaran terhadap Wagsley. Sang pemain yang menjadi eksekutor berhasil melakukan tugasnya dengan baik dan membuat skor menjadi 3-3.  Di sisa waktu, kedua tim tak menurunkan tensi serangan meski akhirnya skor 3-3 ini menjadi hasil akhir pada laga tersebut.

Susunan pemain:

Perseru (4-4-2): Daryono, Kurniawan Karman, Zainal Haq, Syahria Mustofa (Billy Keraf 82′), Kunihiro Yamashita, Abdul Lestaluhu (Jefri Kurniawan 59′), Akbar Tanjung, Fernandinho, Marquinhos Carioca, Francisco Torres Wagsley, Talaohu Musafri (Johan Yoga Utama 59′)

Pelatih: Jan Saragih.

Barito Putera (5-4-1): Aditya Harlan, Roni Beroperay, Lucas Silva, Donny Monim, Dandi Maulana Abdulkak, Andri Ibo, Rizky Pora (Yakob Sayuri 73′), Prisca Womsiwor (Rafael da Silva 44′), Paulo Sitanggang (Ferdiansyah 90+1), Evan Dimas, Samsul Arif Munip

Pelatih: Yunan Helmi.

Atletico Madrid Mengkonfirmasi Penandatanganan Joao Felix

Atletico Madrid telah mengkonfirmasi penandatanganan bintang muda Benfica Joao Felix dengan biaya rekor klub sebesar 113 juta euro hingga 126 juta.

Pemain internasional Portugal yang berusia 19 tahun telah menandatangani kontrak tujuh tahun, membuatnya tetap di klub sampai Juni 2026. Dia akan mengenakan kaos No 7 yang saat ini dikenakan oleh Antoine Griezmann selama waktunya di Estadio Wanda Metropolitano, yang berarti Atletico mungkin akan dekat dengan menjual striker yang tidak diinginkan itu.

Biaya transfer berarti Felix menjadi pemain termahal kelima sepanjang masa, dan hanya remaja termahal kedua di belakang Kylian Mbappe, yang menelan biaya Paris Saint-Germain 165 juta musim panas lalu. Ini juga melampaui rekor klub saat itu 62 juta yang dihabiskan Atletico untuk Thomas Lemar musim panas lalu.

Dalam sebuah pernyataan, Benfica mengonfirmasi bahwa Atletico akan membayar 30 juta di muka, tetapi akan membayar sisanya dengan angsuran setelah menawar 6 juta lebih tinggi dari klausul pelepasan Felix sebesar 107,6 juta euro hingga 120 juta. Minggu lalu bahwa klub Portugal sedang mengevaluasi tawaran Atletico ketika mereka menerbitkan pernyataan kepada Komisi Pasar Sekuritas Portugal.

Sisi Spanyol mengumumkan penandatanganan gelandang berusia 19 tahun yang berperingkat tinggi melalui video yang diposting di Twitter resmi mereka, bertuliskan selamat datang Joao Felix, bakat murni. Felix menarik perhatian dari sejumlah klub top Eropa setelah mengesankan musim lalu dengan 20 gol dalam 43 pertandingan kompetitif untuk Benfica, dan mendapatkan panggilan ke skuad Portugal, yang memenangkan final Liga Bangsa-Bangsa.

Dia melakukan debut kompetitif pada Agustus setelah bergabung dari sistem pemuda Porto pada 2015. Itu datang pada hari yang sama dengan Atletico menandatangani kontrak dengan pemain tengah Porto Hector Herrera dan juga mengonfirmasi Manchester City telah mengaktifkan klausul pembelian pemain tengah Rodri.

Setahun yang lalu Felix masih menjadi pemain cadangan Benfica, tetapi 11 bulan setelah melakukan debutnya, ia sekarang menjadi pemain termahal ketiga sepakbola yang pernah ada. Perjalanan 15 gol dari 21 dimulai di musim Premeira Liga pertamanya memiliki banyak kaitan dengan itu, serta hat-tricknya yang luar biasa di perempat final Liga Eropa.