Juventus Juaranya Dalam Hal Mendapatkan Pemain Bintang Gratisan

 

Apapun alasannya, kebijakan dan strategi transfer Juventus patut dipuji. Sudah banyak pemain top yang didapatkan Juventus tanpa bayar, alias cuma-cuma.

Berita terbaru menyebutkan kini La Vecchia Signora sedang bersabar menunggu untuk bisa mendapatkan Christian Eriksen. Penantian tersebut tidak akan singkat lantaran Eriksen baru akan bisa didapatkan dengan gratis pada 2020.

Namun itu tidak akan menjadi penantian yang sia-sia. Gelandang asal Denmark merupakan salah satu gelandang terbaik di Premier League saat ini. Eriksen membantu Tottenham Hotspur masuk ke final Liga Champions.

Mengenai pemain yang didapatkan dengan gratis, Juventus memang juaranya. Pada musim ini saja ada 3 nama yang berhasil direkrut ke Juventus Stadium tanpa mereka mesti membayar uang satu rupiah pun.

Setidaknya di dalam satu dekade terakhir, sudah ada puluhan pemain yang didapatkan dengan gratis oleh I Bianconeri. Beberapa di antara mereka memang sudah mulai berumur, akan tetapi performanya di atas lapangan masih memberikan keuntungan besar buat Juventus.

Berikut ini sejumlah pemain top yang diperoleh Juventus dengan gratis:

  1. Andrea Pirlo (AC Milan – 2011)

Entah apa yang sedang dipikirkan manajemen AC Milan ketika memutuskan tidak memperpanjang kontrak Andrea Pirlo. Juventus lantas dengan jeli melihat itu sebagai kesempatan untuk mendapatkan Pirlo.

Di dalam seragam Juventus, Pirlo meraih 4 Scudetto dan beberapa trofi lainnya. Saat itu Pirlo tidak muda lagi, namun kemampuan tembakan bebas, akurasi umpan dan aliran bolanya sama sekali tidak hilang.

  1. Paul Pogba (Manchester United – 2011)

Secara finansial, ini merupakan transfer paling menguntungkan buat Juventus. Didapatkan dengan gratis pada 2011, Juventus melepasnya kembali ke Manchester United dengan rekor transfer.

Di Juventus, Pogba menjelma menjadi salah satu gelandang muda terbaik. Sejumlah trofi dipersembahkan Pogba sampai akhirnya dibeli oleh MU dengan harga 89 juta poundsterling.

  1. Fabio Cannavaro (Real Madrid – 2009)

Tiga tahun usai meninggalkan Turin, Fabio Cannavaro kembali ke Juventus di tahun 2009. Sudah berusia 36 tahun, eks kapten tim nasional Italia itu tidak bisa bersinar lagi karena lebih sering mengalami cedera.

  1. Fernando Llorente (Athletic Bilbao – 2013)

Sesudah 8 tahun memperkuat Athletic Bilbao dan mencetak 118 gol, Fernando Llorente pindah ke Italia untuk memperkuat Juventus.

Dua musim di dalam seragam Juventus, Llorente mencetak 26 gol dari 92 pertandingan di semua ajang. Termasuk membawa Juventus lolos ke final Liga Champions.

  1. Kingsley Coman (Paris Saint-Germain – 2014)

Ketika didapatkan dari Paris Saint-Germain, Kingsley Coman baru berusia 18 tahun. Saat itu Coman sudah diprediksi akan menjadi pemain besar dengan bakat yang dimilikinya.

Namun Coman gagal menembus skuat utama Juventus. Coman cuma bertahan 2 musim disana sebelum dipinjamkan ke Bayern Munchen dan kemudian kontraknya dipermanenkan. Sejak memperkuat Munchen, Coman mencetak 25 gol dari 123 pertandingan dan membantu Die Roten meraih 9 gelar juara.

  1. Sami Khedira (Real Madrid – 2015)

Selain Pirlo, Sami Khedira menjadi salah satu transfer gratis tersukses Juventus di dalam satu dekade ke belakang. Juara Piala Dunia 2014 ini drekrut Juventus dari Real Madrid.

Khedira mempunyai peran penting di lini tengah Juventus usai kehilangan Claudio Marchisio dan Arturo Vidal. Khedira membawa Juventus lolos ke final Liga Champions, tapi kemudian mengalami gangguan jantung pada musim lalu.

  1. Daniel Alves (Barcelona – 2016)

Periode puncak karir Daniel Alves adalah ketika dia memperkuat Barcelona. Namun di usianya yang ke-33 ketika bergabung ke Juventus, Alves masih bisa memberikan banyak hal.

Hanya satu musim dia menjadi punggawa Juventus. Ada 6 gol yang dicetak Alves dari 33 penampilan. Jumlah yang oke mempertimbangkan usia dan posisi bermainnya.

  1. Emre Can (Liverpool – 2018)

Sekali lagi Juventus bisa memanfaatkan macetnya pembicaraan kontrak yang terjadi di klub lain. Pada 2018, Juventus mendapatkan Emre Can dari Liverpool.

Sempat mengalami kesulitan menembus tim utama dan kemudian mengalami cedera, Can sempat bersinar pada awal 2019 dengan mencetak 4 gol di dalam 7 pertandingan. Namun malang buat Can, cedera kembali menghampirinya.

  1. Aaron Ramsey (Arsenal – 2019)

Juventus meraih untung besar bisa mendapatkan Aaron Ramsey tanpa bayar pada bursa transfer musim panas ini. Ramsey merupakan salah satu gelandang paling konsisten yang dimiliki Arsenal di dalam beberapa musim terakhir. Dalam 11 musim berkostum Arsenal, Ramsey mencetak 64 gol.

  1. Adrien Rabiot (Paris Saint-Germain – 2019)

Walaupun sudah sesak di lini tengah karena ada Blaise Matuidi, Miralem Pjanic dan Rodrigo Bentancur, Juventus tidak membuang kesempatan ketika ada peluang untuk membawa Adrien Rabiot dari Paris Saint-Germain. Juventus mendapatkan Rabiot ketika hubungannya dengan PSG sedang memburuk. Baru berusia 24 tahun, Rabiot bisa menawarkan banyak hal buat Juventus.

Kalahkan Federer, Novak Djokovic Juara Wimbledon

Dalam laga final Tenis Putra di Wimbledon 2019 yang mempertemukan antara Novak Djokovic menghadapi Roger Federer yang dilangsungkan sejak Minggu malam hingga Senin (15/07) dinihari wib, menghasilkan laga yang ekstra sengit. Djokovic dan Federer menjalani salah satu final Grand Slam paling menegangkan dalam upaya saling susul poin disepanjang laga.

Setelah menjalani duel selama lima set yang nyaris berlangsung selama lima jam, Novak Djokovic pun tampil keluar sebagai juara.  Saling susul poin pun terjadi nyaris di sepanjang laga, sampai akhirnya petenis asal Serbia tersebut menang dengan poin 7-6 (7-5), 1-6, 7-6 (7-4), 4-6, dan 13-12 (7-3).

Duel yang sangat menguras tenaga tersebut pun menghabiskan waktu selama empat jam dan 55 menit. Di mana durasi terpanjang terjadi di set kelima yang menghabiskan waktu selama dua jam dan dua menit utnuk menghasilkan poin sebesar 13-12 (7-3).

Pertarungan dua petenis ini sudah berlangsung sengit sejak set pertama dimulai. Pada set awal ini sendiri berjalan nyaris selama satu jam, di mana Djokovic dan Federer secara bergantian saling berebut poin hingga sama kuat dalam posisi tie break 6-6. Djokovic sempat meraih poin terlebih dulu pada tie break, namun kemudian Federer bisa berbalik unggul menjadi 5-3. Sayangnya, forehand error yang dilakukan Federer membuat dia harus kalah melepas set pertama dalam kedudukan 6-7.

Pada set kedua ini berhasil dimenangi oleh Federer. Kali ini, petenis asal Swiss ini bisa merebutnya dengan mudah, seiring menurunnya intensitas permainan Djokovic di set kedua. Federer tampak mampu dua kali mematahkan servis Djokovic, sebelum memimpin pertandingan menjadi 4-1, dan kemudian merebut set kedua ini dengan keunggulan 6-1.

Djokovic berhasil kembali bangkit pada set ketiga dengan susah payah. Sempat sama kuat dengan poin 4-4, kedua petenis kemudian terus saling mengejar poin sampai 6-6. Sebelum akhirnya Djokovic memenangi tie break, dan menutup set ketiga kali ini dengan 7-4.

Federer kembali tampil mereput position dan berhasil memimpin dengan poin 5-2 pada set keempat. Djokovic bisa mematahkan servis lawannya dan merapatkan jarak menjadi 5-4. Namun akhirnya, Djokovic tak mampu menghentikan Federer untuk merebut gim dan menyerang dengan posisi 6-4.

Pada set penentuan, kedua petenis ini terus saling mengejar hingga sama kuat 2-2 dam Djokovic berhasil mematahkan servis Federer untuk bisa unggul 4-2. Federer kemudian membalas dengan merebut dua gim berikutnya untuk menyamakan kedudukan menjadi 4-4. Setelah menjalani set kelima dengan waktu yang sangat lama hingga tie break di kedudukan 12-12, Djokovic pun akhirnya memenangi set penentuan ini dengan 13-12.

Dengan meraih gelar juara Wimbledon ini pun kemudian menjadi gelar Wimbledon kelima bagi Djokovic, atau yang ke 16 dalam seri Grand Slam.

Inter Tempat Tujuan Utama Lautaro Martinez

Lionel Messi harus bergabung dengan Inter jika dia ingin bermain dengan Lautaro Martinez, kata agen yang terakhir. Martinez telah dikaitkan dengan Barcelona, ??meskipun penangkapan pemain depan Atletico Madrid Antoine Griezmann pada Jumat dapat mengakhiri spekulasi itu. Messi dan Martinez bekerja sama di Copa America ketika Argentina mencapai semi final sebelum kalah dari tuan rumah Brasil. Beto Yaque, perwakilan Martinez, sebelumnya mengonfirmasi Barcelona telah menunjukkan minat pada kliennya, tetapi agen itu mengatakan striker itu akan tetap tinggal di Inter. “Dia tidak sabar untuk memulai dengan [pelatih kepala Inter baru Antonio] Conte,” Yaque mengatakan kepada FC Inter News. “Kata-kata Messi? Dipuji oleh yang terbaik di dunia itu indah dan sangat memuaskan.

“Lautaro sangat senang. Kata-kata ini memberinya kepuasan dan keinginan untuk bekerja lebih keras lagi untuk meningkatkan, mempelajari detail baru dan bertujuan untuk mencapai tujuan yang ia tetapkan sendiri suatu hari. “Lautaro hanya memikirkan Inter. Dia bahagia di Inter dan bermimpi besar. Conte memanggilnya untuk memberi tahu dia cara bekerja, bahwa dia bergantung padanya dan bahwa dia sangat senang memilikinya di tim. “Memang benar ada minat Blaugrana untuk Martinez. Tidak ada klub Spanyol yang menghubungi kami secara resmi. Itu adalah rumor yang entah bagaimana kita tahu benar. Tapi saya ulangi: Lautaro tetap di Milan. “Mari kita tutup dengan lelucon: jika Messi ingin bermain dengan Martinez, maka dia pergi ke Inter. Mari berharap. Akan bagus untuk Nerazzurri jika itu terjadi! ”

Inter telah mengonfirmasi bahwa mantan kapten Mauro Icardi bebas untuk pergi, bersama dengan gelandang Radja Nainggolan, dengan klub dilaporkan tertarik pada striker Manchester United Romelu Lukaku dan pemain Roma Edin Dzeko. “Apa yang berubah jika Lukaku dan Dzeko tiba? Saya percaya bahwa harus selalu ada persaingan yang sehat, ”tambah Yaque. “Tidak ada tempat di dunia ini yang memiliki tempat dibeli atau diasuransikan. Saya tahu betul bahwa Inter dapat menegosiasikan striker tingkat tinggi, tetapi saya percaya secara membuta pada kualitas Lautaro dan pada apa yang bisa ia berikan. ” Inter mengontrak Nicolo Barella dari Cagliari pada hari Jumat, pemain tengah yang bergabung pada awalnya dengan status pinjaman meskipun klub memiliki kewajiban untuk menyelesaikan kesepakatan permanen yang berpotensi bernilai € 50 juta untuk pemain internasional Italia.

PSM Tundukkan Bhayangkara 2-1

 

PSM Makasar meraih kemenangan ketika menjamu Bhayangkara di dalam laga lanjutan Liga 1 2019. PSM menang tipis 2-1 atas Bhayangkara.

Di dalam laga yang berlangsung di Stadion Andi Mattalata pada hari Sabtu (13/7/2019) sore WIB, kedua kesebelasan mengenakan ban hitam di lengan.

Hal ini sebagai ungkapan bela sungkawa atas meninggalnya legenda PSM, Ali Baba (51 tahun). Tercatat jika Ali Baba pernah membawa PSM juara Liga Indonesia di musim 1999/2000. Setahun kemudian, bersama Ali Baba, PSM melangkah ke babak 8 besar Liga Champions Asia.

Sejak tahun lalu, Ali Baba, tutup usia karena sakit yang dialaminya. Beliau dikenal sebagai pemain yang memilii semangat dan membawa harum nama PSM.

Skor PSM melawan Bhayangkara sama kuat 1-1 ketika babak pertama. Tim tamu memimpin terlebih dulu di dalam pertandingan itu.

Gol Bhayangkara lahir di menit ke-12. Anderson Salles yang mencatatkan namanya di papan skor lewat sundulan kepala usai memanfaatkan crossing Flavio Beck Junior dari sepakan bebas. 1-0 untuk Bhayangkara.

Menjelang jeda pertandingan, PSM mampu menyamakan skor menjadi 1-1. Marc Klok yang mengukir namanya di papan skor. Gol itu dicetak lewat titik putih. Sebelumnya terjadi pelanggaran terhadap Ferdinand Sinaga yang dilakukan pemain belakang lawan di masa injury time paruh pertama.

Skor imbang 1-1 pun menutup jalannya pertandingan di babak pertama.

PSM mampu berbalik unggul 2-1 di menit ke-54. Kali ini Sinaga yang menjebol gawang Awan Setho. Buruknya koordinasi antara Setho dan Salles memudahkan Sinaga menceploskan bola ke dalam gawang Bhayangkara.

Bhayangkara terus mengejar ketertinggalannya. Salah satu kesempatan terbaik diperoleh lewat sepakan bebas Salles di menit ke-84. Eksekusi tembakan pemain bernomor punggung 34 itu masih menghantam mistar gawang PSM.

Di sisa waktu pertandingan, tidak ada lagi gol tambahan yang tercipta. PSM pun unggul 2-1 atas Bhayangkara.

Dengan tambahan 3 poin ini, Juku Eja saat ini berada di posisi 7 klasemen Liga 1 2019 dengan nilai 10 poin hasil dari 5 kali bermain. Sementara itu The Guardian berada di urutan 5 dengan nilai 12 poin.

Fenerbahce Belum Tentu Inginkan Mesut Oezil

Mesut Oezil mencoba dengan Fenerbahce setelah masa depan di Arsenal, tanda tanya. Tapi Fenerbahce membantah jika mereka tertarik pada Oezil. Sejak bergabung dengan Arsenal pada 2013, Oezil telah menjadi salah satu pilar penting di lini tengah. Tetapi jarang Oezil jarang menjadi pilihan utama. Di bawah arahan Unai Emery, Oezil tidak selalu dimainkan. Gelandang Tetap 30 tahun baru dimulai 20 kali di Liga Premier musim lalu. Secara keseluruhan, Olimpiade utama 35 kali di semua kompetisi. Sisi Arsenal tampaknya masih harus bersabar untuk menunggu klub yang tertarik, salah satu pemain bintangnya, yaitu Mesut Ozil, di pasar transfer musim panas 2019. Apalagi Fenerbahce punya hubungan erat dengan Ozil yang membantah rumor itu. Selain itu, mendapatkan terlalu tinggi yang dimiliki Ozil adalah masalah bagi Arsenal. Ya, ini membuat keuangan mereka tidak stabil. Namun Arsenal sendiri hanya memiliki anggaran sebesar 45 juta pound atau sekitar Rp715 miliar hanya untuk memperkuat skuad mereka musim panas ini.

Terkait diketahui, nama Ozil disebut-sebut akan dimasukkan dalam penilaian pemain yang diharapkan akan dijual oleh Arsenal di jendela transfer musim panas 2019. Penampilan Ozil yang tidak konsisten adalah salah satu alasan Arsenal akan menjualnya. Oleh karena itu penjualan Ozil diharapkan terwujud di pasar transfer musim panas 2019. Mengapa uang Ozil dapat ditambahkan ke anggaran Arsenal untuk mendatangkan pemain baru. Situasi tersebut membuat Oezil dikatakan dijual. Menghapus Oezil juga akan mengurangi beban pada The Gunners. Ozil adalah pemain dengan perolehan tertinggi di Arsenal, yaitu 350 ribu poundsterling per minggu. Fenerbahce kemudian dikabarkan ingin merekrut Oezil. Beberapa melaporkan meminta klub Turki untuk meminta Oezil.

Namun kabar itu dibantah oleh Fenerbahce. Dapatkan terlalu mahal untuk pembiayaan Fenerbahce. “Fenerbahce tidak memiliki proposal untuk Mesut Oezil,” kata suara yang menerima Fenerbahce seperti dikutip oleh AS. “Di bawah kondisi ekonomi saat ini, langkah seperti itu seharusnya tidak untuk pihak kedua.”

Arsenal akan mendisplinkan kapten mereka, Laurent Koscielny

Arsenal telah memulai proses disipliner melawan Laurent Koscielny setelah kapten klub menolak untuk bepergian bersama tim untuk tur pra-musim mereka.

The Gunners terbang ke Amerika Serikat saat makan siang pada hari Kamis, tetapi akan melakukan perjalanan tanpa kapten mereka yang mengejutkan kepala klub dengan datang ke London Colney pada hari Kamis pagi dan mengumumkan bahwa ia akan menghabiskan hari pelatihan dan bahwa ia tidak akan bergabung dengan anggota tim lainnya. Pasukan pelatih ke bandara.

Pemain berusia 33 tahun itu sangat ingin kembali ke Prancis musim panas ini dan berusaha memaksakan diri melalui langkah, dengan Bordeaux tertarik pada bek berpengalaman.

Para pemimpin Arsenal telah dibuat sadar akan keinginan Koscielny untuk pergi dalam sepekan terakhir, tetapi dia menuntut agar mereka membebaskannya dengan status bebas transfer – sesuatu yang tidak akan disetujui oleh The Gunners.

Mereka telah menunjukkan kepada bek tengah bahwa ia masih memiliki satu tahun tersisa di kontraknya, dengan opsi lain – dan mengatakan ia harus menghormati kontrak itu dan mengatakan kepadanya bahwa mereka mengharapkannya.

Jika tawaran aktual untuk Koscielny musim panas ini, maka mereka akan mempertimbangkannya, tetapi sejauh ini belum ada tawaran resmi yang diajukan untuk bek.

Sikap ini jelas telah membuat marah Koscielny, yang percaya setelah sembilan tahun pelayanan ia layak untuk pergi dengan persyaratannya.

Arsenal, bagaimanapun, berdiri teguh dan sudah memulai proses disipliner terhadap kapten mereka menyusul keputusan mengejutkannya.

Pernyataan resmi di situs web klub itu berbunyi: “Kami sangat kecewa dengan tindakan Laurent, yang bertentangan dengan instruksi kami yang jelas.

“Kami berharap untuk menyelesaikan masalah ini dan tidak akan memberikan komentar lebih lanjut saat ini.”

Arsenal akan memainkan empat pertandingan saat dalam tur mereka ke Amerika Serikat.

Itu dimulai dengan pertandingan melawan Colorado Rapids. Mereka kemudian memiliki tiga pertandingan Piala Champions Internasional melawan Bayern Munich, Fiorentina dan Real Madrid sebelum kembali ke rumah.

Pembicaraan akan berlanjut dengan Koscielny selama dua minggu ke depan di London Colney untuk mencoba dan menemukan resolusi untuk situasi tersebut, yang merupakan masalah yang bisa dilakukan Arsenal tanpa selama musim panas yang telah membuat frustrasi.

Remaja Brasil Gabriel Martinelli adalah satu-satunya kedatangan baru sejauh ini. Kesepakatan £ 27 juta (€ 34 juta) telah disepakati untuk bek Saint-Etienne William Saliba, tetapi ia akan menghabiskan musim yang akan datang kembali di Prancis dengan status pinjaman dengan mantan klubnya.

Keberhasilan Liga Champions akan lebih berarti di Spurs

Mauricio Pochettino percaya bahwa membimbing Tottenham menuju kesuksesan Liga Champions akan memberikan lebih banyak kepuasan daripada melakukannya di Manchester United atau Manchester City setelah menghabiskan banyak uang. Spurs akan berlaga di final Liga Champions melawan Liverpool di Madrid pada hari Sabtu, dengan Pochettino dan lawannya Jurgen Klopp bertujuan untuk memenangkan gelar Eropa pertama mereka.

Sisi Pochettino benar-benar menentang peluang untuk datang melalui hubungan dramatis dengan Manchester City dan Ajax melawan siapa mereka membutuhkan gol terkesiap terakhir untuk menggambar agregat 3-3 setelah turun 3-0 dalam perjalanan ke final, sementara mereka belum membeli pemain senior tunggal selama hampir 18 bulan. Meskipun ia telah mendapatkan pujian untuk kampanye Spurs, untuk periode awal musim ini, tampaknya hari-harinya di klub terbatas, dengan United berputar-putar setelah pemecatan Jose Mourinho. Tapi, United pergi untuk Ole Gunnar Solskjaer dan, ketika Pochettino bersiap untuk membawa Spurs ke final Eropa pertama sejak 1984, ia tidak ragu prestasi seperti itu lebih merupakan prestasi daripada jika ia melakukannya di Old Trafford.

Untuk memenangkan gelar dalam proyek berbeda seperti Tottenham itu berarti kepuasan lebih, katanya kepada wartawan. Jika Anda menang dengan Manchester City atau Manchester United, itu normal. Jika Anda menghabiskan banyak uang, Anda harus menang atau Anda harus menang. Tapi di Tottenham, tidak ada yang berharap. Dan jika Anda membangun sesuatu yang istimewa, itu akan diingat selamanya.

Jika kami memenangkan Liga Champions, itu akan menjadi contoh besar untuk sepakbola yang saya pikir selamanya. Saya percaya pada takdir, tetapi saat Anda menciptakan takdir Anda. Saya tidak percaya duduk di sini dan menunggu sesuatu terjadi. Anda menciptakan nasib Anda dengan perilaku Anda, dengan tindakan Anda; jika Anda alami, spontan, tulus dalam semua yang Anda lakukan.

MotoGP 2019: Jorge Lorenzo merasa di anaktirikan oleh tim Repsol Honda

Pebalap dari tim Repsol Honda, Jorge Lorenzo secara mengejutkan mengeluarkan pernyataan terbaru dalam hubunganya dengan management tim. Pebalap berjuluk X-Fuera tersebut menilai tim pabrikan Honda tersebut tidak mau mengakomodir sarannya dan cuma mengembangkan motor berdasarkan keinginan Marc Marquez.

Di awal musim 2019 ini, Tim Repsol Honda telah pernah mengungkapkan motor yang digunakan oleh kedua pembalap MotoGP, Marc Marquez dan Jorge Lorenzo dibuat agar terlibat dalam pertarungan untuk merebut gelar juara tahun ini. Namun disisi lain, Lorenzo justru menyebut Repsol Honda pilih kasih dalam memenuhi keinginan pembalapnya.

Lorenzo mengungkapkan, Repsol Honda seperti menganaktirikan dirinya karena tidak memfokuskan motor RCV Honda sesuai kemauan dan sarannya. Dimusim ini motor RC213V justru lebih banyak dikembangkan untuk menuruti keinginan pembalap lain yang juga merupakan rekan setimnya sendiri, Marc Marquez.

Pabrikan Repsol Honda seperti mengutamakan Marquez untuk mengarahkan perhatiannya pada gelar dunia ke empat secara beruntun dan mahkota MotoGP keenam-nya secara total. Ini membuat penampilan rekan setimnya bisa meredup disepanjang musim ini.

Seperti dikutip pada motorspot. Lorenzo mengungkapkan bahwa dirinya hanya memfokuskan dirinya untuk bisa turut merebut gelar juara ketimbang harus membantu pembalap lain (Marc Marquez). Ia juga menegaskan bahwa, hal ini tidak pernah ia rasakan saat bersama Yamaha dan Ducati.

Lorenzo juga mencontohkan bagaimana mantan pembalap Repsol Honda lain seperti Dani Pedrosa yang selalu kesulitan untuk menjadi penantang gelar juara dunia sejak kedatangan Marquez, sekaligus membuat penampilannya kian meredup. Hal seperti ini tidak pernah terjadi selama ia memperkuat pabrikan lain, lihatlah saat bersama Yamaha dimana Lorenzo dan Valentino Rossi saling bertarung memperebutkan tempat terbaik. Tutupnya.

Sejauh ini, sejak melakukan debut bersama Repsol Honda di Sirkuit Losail Qatar musim 2019 ini. X-Fuera sendiri belum mampu menunjukkan hasil yang cukup memuaskan. Dalam tiga dari lima balapan musim ini yang telah dijalani, mantan juara dunia 2014 MotoGP tersebut gagal menembus urutan 10 besar. Bahkan pada saat MotoGP Italia nanti Lorenzo bahkan cuma bisa start dari urutan 17 dan hanya finish diurutan ke 13 pada seri Mugello, Italia (03/06) kemarin.

Atlanta United FC Menang 2-0 atas Chicago Fire

Dalam laga match day ke 15 pada ajang kompetisi Liga Utama Sepak Bola Amerika Serikat yang berlangsung hari Minggu (2/6/2019) pagi hari tadi di Mercedes-Benz Stadium,tim tuan rumah Atlanta United FC yang tampil didepan publiknya sendiri itu pun berhasil mendapatkan kemenangan dan juga tambahan tiga poinnya usai menundukkan lawannya Chicago Fire dengan skor 2-0 tanpa balas. Dimana gol-gol kemenangan dari tim tuan rumah Atlanta United FC itu pun dipersembahkan oleh Josef Martinez yang berhasil mengemas dua buah golnya pada pagi hari tadi.

Dalam jalannya laga pertandingan yang berlangsung pada pagi hari tadi,tim tuan rumah Atlanta United FC yang bermain didepan publiknya sendiri itu pun memang terlihat mendapatkan perlawanan yang ketat dan sengit dari lawannya Chicago Fire. Akhirnya dimenit 12 pada babak pertama,tim tuan rumah Atlanta United FC pun berhasil membuka keunggulannya dan memimpin dengan skor 1-0 terlebih dahulu melalui gol dari Josef Martinez. Setelah itu keunggulan 1-0 yang didapatkan oleh tim tuan rumah Atlanta United FC tersebut pun bertahan cukup lama didalam sisa waktu yang ada pada babak pertama,namun 2 menit menjelang akhir laga babak pertama tim tuan rumah Atlanta United FC pun barulah bisa menambah keunggulannya menjadi 2-0 melalui gol kedua dari Josef Martinez.

Didalam laga babak kedua,tim tuan rumah Atlanta United FC yang berhasil memimpin dengan skor 2-0 didalam laga babak pertama itu pun tentunya diharuskan untuk bisa tetap bermain dengan baik dan impresif dari awal mulainya laga babak kedua. Dimana tim Atlanta United FC pun dituntut untuk bisa tetap bermain dengan konsisten agar nantinya mereka bisa mempertahankan keunggulannya tersebut didalam sepanjang pertandingannya pada babak kedua. Sementara itu dari tim Chicago Fire yang tertinggal itu pun mencoba untuk bisa bermain dengan lebih baik lagi agar nantinya mereka pun bisa mengejar ketertinggalannya tersebut didalam sepanjang waktu yang ada pada babak kedua. Akan tetapi hingga akhir pertandingan babak kedua,keunggulan 2-0 yang didapatkan oleh tim tuan rumah Atlanta United FC tersebut pun tetap bertahan dan bahkan sama sekali tidak berubah didalam sepanjang waktu yang ada pada babak kedua.

Atas raihan kemenangan dan juga tambahan tiga poin yang didapatkan oleh tim tuan rumah Atlanta United FC pada pagi hari tadi itu pun tentunya membuat mereka berada diperingkat keempat pada papan klasemen Liga Utama Sepak Bola Amerika Serikat dengan jumlah raihan 26 poin. Sementara itu tim Chicago Fire yang gagal dalam mendapatkan raihan poin positifnya tersebut pun membuat mereka tertahan diperingkat 17 dengan jumlah raihan 18 poin dari 16 laga yang sudah mereka jalani hingga saat ini.

Lionel Messi tampaknya masih ragu untuk memainkan di Piala Dunia musim depan

Seroang pemain bintang yang berasal dari Argentina bernama Lionel Messi telah mengakui bahwa ia masih belum yakin untuk memaiinkan di ajang Piala Dunia 2022 di Qatar. Karena dengan faktornya usia masih menjadi sebagai salah satu alasan utama.

Dan sehingga Lionel Messi masih memiliki prestasi yang sangat cukup luar biasa baik di level individu maupun bersama dengan Barcelona. Namun dengan La Pulga sejauh ini masih belum pernah mengantarkan Argentina meraih juara.

Lionel Messi harus menelan pil jahit di dalam beberapa final saat bersama dengan Arsenal. Dan sehingga ia kalah di final Copa America sebanyak tiga kali dan juga sudah gagal untuk mengangkat Piala Dunia pada tahun 2014 lalu setelah takluk dari Jerman.

Pada musim panas ini, Messi punya kesempatan untuk menebus dirinya di Copa America yang akan diadakan di Brasil. Kesuksesan akan membuat La Albiceleste akan memenangkan trofi mayor pertama mereka sejak Piala Dunia 1986.

“Messi menyatakan harapannya untuk bisa memenangkan trofi bersama Argentina kali ini. Sebab, dia percaya mungkin tidak memiliki kesempatan untuk melakukannya lagi. Saya ingin untul mengakhiri karier saya setelah memenangkan sesuatu bersama tim nasional Argentina, atau pun tidak pernah mencoba sebanyak mungkin.” ungkap Lionel Messi kepada Fox Sports Argentina.

“Saya tidak ingin dibiarkan dengan perasaan bahwa itu tidak terjadi dan saya membiarkan peluang lewat begitu saja. Lionel Messi akan berusia 34 tahun ketika Piala Dunia 2022 di Qatar dimulai. Namun, ia tidak yakin bisa ikut ambil bagian di turnamen.

Karena saya sudah tidak tahu apakah saya akan mencapai di dalam ajang Piala Dunia di Qatar. Tuhan akan menentukan apakah itu yang akan di berikan kepada saya ataupun tidak.” Lanjutannya.

“Hari ini saya merasa hebat, dan sehingga juga dengan sangat sehat secara fisik, tapi saya hampir 32 tahun dan saya tidak tahu bagaimana yang akan terjadi.”