Kisah Transfer Paul Pogba: Manchester United Enggan, Real Madrid Ngotot

Paul Pogba sudah sangat jelas dalam mengutarakan niatnya untuk segera meninggalkan Manchester United dan lebih memiliki bergabung dengan Real Madrid, tetapi Setan Merah masih tidak dapat rela untuk kehilangan bintang terbaik mereka. Nasib Paul Pogba pun kini berada di tangan sang agen, Mino Raiola yang di kenal bertangan dingin.

Zinedine Zidane tidak pernah menyembunyikan kekagumannya pada Pogba Dia berharap Florentino Perez bisa menemukan cara merekrut gelandang Prancis itu, meski dia tahu merayu MU bakal sangat sulit.

Pogba tahu ketertarikan Zidane, dan membalasnya dengan baik. Dia sudah beberapa kali mengaku kagum dengan Zidane dan selalu bermimpi bermain untuk Los Blancos sejak masih kecil. Tukar kode yang cukup jelas.

Biar begitu, Marca meyakini langkah Madrid mendatangkan Pogba tidak akan mudah, tetapi bukan berarti mustahil. Baik Zidane maupun Pogba ingin mewujudkan transfer ini, tetapi MU masih terus keras kepala.

Pimpinan MU sadar mereka tak bisa kehilangan pemain dengan kualitas tinggi seperti Pogba, khususnya melihat skuad MU yang seadanya sekarang. Solskjaer juga tak mau kehilangan Pogba, meski terkadang dia berulah di luar lapangan.

Namun, satu hal yang perlu diingat adalah MU tidak akan tampil di Liga Champions musim depan. Liga Champions adalah sumber uang terbesar. Gagal bermain di sana berarti rugi, dan MU bisa menutup kerugian itu dengan menjual Pogba.

Kontrak Menipis

Saat ini Pogba berada di Asia untuk berpartisipasi dalam salah satu promosi Adidas. Itu membuktikan bahwa dia merupakan salah satu pemain yang paling menjual di dunia sepak bola saat ini. Masyarakat Korea Selatan dan Jepang menyukai dia.

Pogba bakal bertahan di Asia beberapa hari lagi sebelum menikmati liburan di Los Angeles. Dia menyadari situasi yang terjadi, setidaknya saat ini, dan dia tidak mau memaksakan kepindahannya.

Pogba ingin masalah diselesaikan melalui dialog baik-baik, sekalipun di sudut benaknya dia tahu bahwa Zidane menginginkan dia seperti dia menginginkan Zidane.

Terlepas dari rumor Pogba-Madrid ini, PSG bisa jadi muncul sebagai tujuan yang mengejutkan. Lalu, yang terpenting, Manchester United harus segera menjual Pogba dengan harga tinggi jika tak mau kehilangannya dengan harga murah – kontrak Paul Pogba pun tersisa dua tahun lagi.

 

 

 

 

Prediksi Pertandingan Copa America 2019 17 Juni: Paraguay vs Qatar

Paraguay akan menghadapi tim tamu undangan Qatar dalam laga perdana di fase Grup B Copa America 2019. Pada laga yang akan digelar di Estadio Jornalista Mario Filho, Maracana, pada hari Senin (17/06) dini hari nanti, meski diunggulkan. Namun Paraguay diprediksi akan menghadapi laga yang cukup sulit.

Qatar sendiri merupakan timnas tamu undangan di copa america 2019 ini bersama dengan Jepang. Tentu laga Conmebol copa america ini, akan sedikit berbeda saat mereka bertarung di AFC Asian Cup dan pastinya akan menjadi laga yang banyak menguras kekuatan skuad dari tim asuhan Felix Sanchez Bas ini.

Qatar sendiri hingga saat ini memiliki catatan permainan yang cukup baik. Dari lima pertandingan terakhirnya, Qatar berhasil memenangkan empat laga beruntun sebelum akhirnya dikalahkan oleh Brasil di laga uji coba dua pekan lalu. Selain itu, Qatar juga terlihat mampu tampil dengan cukup kompak di beberapa pertandingan terakhirnya dan sehingga mereka bisa mendapatkan hasil yang cukup baik di beberapa pertandingan terakhirnya.

Qatar sendiri merupakan tim juara di piala Asia AFC yang digelar di UEA. Mereka mampu tampil dnegan sangat baik saat menghempaskan tuan rumah UEA dengan skor telak 4-0. Qatar kemudian memastikan gelar juara AFC dengan mengalahkan Jepang difinal dengan skor 3-1. Meski demikian, melawan tim diluar Asia, Qatar masih memiliki catatan buruk sama seperti saat dikalahkan Brasil dilaga persahabatan dengan kekuatan dan skuad pemain yang sama seperti di AFC Cup.

Sementara itu, Paraguay hingga saat ini justru mencatat permainan yang tidak cukup baik. Jika dilihat dari 10 pertandingan terakhirnya, Paraguay hanya bisa memenangkan dua laga dan menelan tujuh kekalahan sedangkan sisanya berakhir dengan hasil imbang. Dengan permainan yang monoton, Paraguay terlihat tidak cukup memiliki kedalaman permainan yang mumpuni untuk mendapatkan hasil yang baik.

Sebagai tim yang lebih diunggulkan di laga ini, Paraguay tentunya berharap pada tuah pelatih baru mereka Eduardo Berizzo yang menggantikan Juan Carlos Osorio di bulan maret tahun ini. Terbukti, Berizzo bisa sedikit menghidupkan permainan dari timnya. Paraguay sempat bermain imbang dengan Honduras dengan skor 1-1 sebelum akhirnya memenangi laga dengan skor 2-0 saat menghadapi Guatemala di laga uji coba.

Tiga pertemuan terakhir kedua timnas:

26/02/86 Qatar 1-1 Paraguay (Persahabatan)

01/03/86 Qatar 0-3 Paraguay (Persahabatan)

14/11/09 Paraguay 0–2 Qatar (Persahabatan).

Lima pertandingan terakhir Paraguay:

21/11/18 Afrika Selatan 1–1 Paraguay (Persahabatan)

23/03/19 Peru 1–0 Paraguay (Persahabatan)

27/03/19 Meksiko 4–2 Paraguay (Persahabatan)

05/06/19 Paraguay 1–1 Honduras (Persahabatan)

10/06/19 Paraguay 2–0 Guatemala (Persahabatan).

Lima pertandingan terakhir Qatar:

22/01/19 Qatar 1–0 Iraq (Piala AFC)

25/01/19 Korsel 0–1 Qatar (Piala AFC)

29/01/19 Qatar 4–0 UAE (Piala AFC)

01/02/19 Jepang 1–3 Qatar (Piala AFC)

06/06/19 Brazil 2–0 Qatar (Persahabatan).

Kedua tim ini sudah pernah bertemu sebelumnya dilaga uji coba pada tahun 2009 silam. Dimana paraguay menelan kekalahan 0-2 atas Qatar. Jika dilihat dari kedalaman skuad dan performa tim, saat ini kedua tim memiliki skuad yang kuat dan mampu bersaing di copa america. Prediksi skor imbang 1-1 kemungkinan akan menjadi hasil akhir pada laga nanti.

Perkiraan susunan pemain:

Paraguay (4-3-3): Gatito Fernandez, Oscar Cardozo, Derlis Gonzalez, Gustavo Gomez, Angel Romero, Miguel Almiron, Oscar Romero, Fabian Balbuena, Juan Rodrigo Rojas, Antonio Sanabria, Bruno Valdez, Robert Piris Da Motta

Pelatih: Eduardo Berizzo.

Qatar (4-4-2): Saad Al Sheeb, Abdulkarim Hasan Fadlalla, Tarek Salman, Boualem Khoukhi, Pedro Miguel, Abdulaziz Hatem, Assim Madibo, Boualem Khoukhi, Abdullah Abdulsalam, Hassan Al Haydos, Akram Afif, Almoez Ali

Pelatih: Felix Sanchez Bas.

Hasil Uji Coba 14 Juni: Bali United 0-0 Timnas U-23 Indonesia

Tidak ada pemenang dari hasil pertandingan uji coba antara timnas Indonesia U-23 melawan tuan rumah Bali United. Dalam laga yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada hari Jumat (14/06) malam wib, kedua tim bermain imbang tanpa gol.

Pada babak pertama, meski bertajuk sebagai pertandingan uji coba, kedua tim ini tetap bermain terbuka sejak awal laga dimulai. Baik  tim Serdadu Tridatu dan timnas Garuda Muda ini sama sama mengincar gol cepat dan memainkan laga dengan tempo permainan yang cepat.

Tampak Timnas U-23 lebih berusaha untuk tampil menggebrak dan membongkar pertahanan tuan rumah dari antar lini dan kemudian bermain tampil lebih gesit lagi begitu mendekati area pertahanan lawan. Di sisi lain skuat Bali United tak tinggal diam dengan mengimbangi permainan lawan dengan terus mencoba mengatur tempo permainan.

Memasuki menit ke 20, Skuat Garuda Muda pun akhirnya mampu mendominasi jalannya laga dengan baik. Mereka mampu bermain dengan mengurung pertahanan Bali United dari serangan yang kerap dibangun dari sayap kiri. Beberapa peluang sempat didapat oleh timnas, salah satunya melalui tendangan keras Hanif dari depan kotak pinalti yang masish menipis disamping gawang. Kemudian melalui aksi M. Rafli dimenit ke 25 di depan kotak penalti, meski sayang tendangannya malah melambung diatas mistar gawang.

Tuan rumah Bali United juga tak tinggal diam, begitu memiliki kesempatan mereka mencoba menebar ancaman lebat serangan balasan. Mereka ikut meningkatkan tempo permainan dengan menghasilkan beberapa peluang yang cukup berbahaya. Pada menit ke 32, tembakan sang kapten Taufiq nyaris berbuah gol andai laju bola tidak membentur mistar gawang meski kiper Dicky Indriyana hanya melihat datangnya bola.

Selanjutnya, kedua tim terus mengembangkan permainan mereka yang kemudian terus terjadi jual beli serangan diantara kedua kubu tersebut. Tensi pertandingan juga sempat meninggi hingga kerap terjadi benturan antar pemain, namun akhirnya tak ada gol yang tercipta hingga skor 0-0 ini terus bertahan hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, pelatih timnas Indra Sjafri sempat melakukan beberapa pergantian pemain di awal interval dengan memasukkan Lutfhi Kamal dan Kevin Gomes. Sementara dari tim tuan rumah, Gunawan Dwi Cahyo masuk untuk menggantikan Willian Pacheco yang sempat mengalami cidera jelang akhir babak pertama tadi.

Tidak ada perubahan dari permainan kedua tim, mereka sama sama bermain terbuka dengan tempo yang cepat. Peluang didapat oleh timnas melalui Hanif Sjahbandi pada menit ke 52, dengan melakukan sepakan keras namun bola berhasil ditepis kiper tuan rumah Reimas. Bali United membalas lewat pemain bintang yang baru dimasukkan, Paulo Sergio. Sayangnya, sepakan sang pemain masih menyamping dari sisi gawang.

Kehadiran Paulo Sergio membuat lini tengah Bali United tampak lebih hidup dan mampu memberikan perlawanan secara signifikan hingga membuat barisan pertahanan Garuda Muda mulai panik. Meski demikian, di sisa waktu yang ada, belum peluang yang benar-benar membahayakan dari kedua tim. Skor 0-0 tetap bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga.

Susunan pemain:

Bali United (4-2-3-1): Samuel Reimas, Disa Angga, Willian Pacheco, Haudi Abdillah, Michael Orah, Taufiq, Ahmad Agung, Arapenta W Purba, Yabes Roni, Mohammad Fahmi Al-Ayyubi, Miftahul Hamdi

Pelatih: Stefano Cugurra Teco.

Timnas U-23 Indonesia (4-3-3): Dicky Indriyana, Rifad Marasabesy, Dandi Maulana, Nurhidayat Haji Haris, Rizky Dwi Febrianto, Rachmat Irianto, Hanif Sjahbandi, Kadek Agung Widnyana, Feby Eka Putra, Muhammad Rafli, Witan Sulaeman

Pelatih: Indra Sjafri.

Setan Merah tidak akan memberikan diskon

Rencana Real Madrid untuk mendatangkan Paul Pogba dari Manchester United kesulitan mendapatkan jalan yang sulit. Setan Merah diberitakan ogah untuk menurunkan harga jual sang gelandang di bursa transfer Manchester United.

Sudah menjadi rahasia umum jika Real Madrid sangat mengidamkan jasa Paul Pogba. Sang gelandang diberitakan masuk dalam rencana Zinedine Zidane untuk memperkuat skuat El Real di musim panas nanti.

Real Madrid sendiri sudah mencoba untuk mendatangkan sang gelandang ke Santiago Bernabeu. Namun mereka kesulitan untuk meyakinkan Manchester United untuk melepaskan Pogba di bursa transfer musim panas ini.

Dilansir The Mirror, United masih bersikukuh untuk mempertahankan Pogba di musim panas ini. Namun mereka membuka peluang bagi Real Madrid untuk mendapatkan sang gelandang bahwa mereka berani membayar penuh untuk Pogba.

Pogba yang bergabung dengan MU pada tahun 2016 silam, masih memiliki kontrak dua tahun di Old Trafford. Ia akan menyelesaikan masa baktinya bersama Setan Merah di tahun 2021 mendatang.

United yang membeli Pogba seharga 89 juta pounds dari Juventus merasa enggan kehilangan sang gelandang dengan harga yang murah. Untuk itu mereka mematok harga sekitar 150 juta pounds untuk sang gelandang.

Real Madrid sendiri merasa keberatan dengan angka ini. Tawaran terakhir mereka dikabarkan sudah mencapai angka 135 juta pounds untuk Pogba. Namun MU memutuskan menolak tawaran tersebut, karena mereka tetap ingin uang penuh 150 juta pounds untuk sang gelandang.

Real Madrid sendiri merasa kesulitan untuk menebus Pogba di musim panas ini. Hal ini dikarenakan selama musim panas ini, mereka sudah menghabiskan hampir 300 juta pounds untuk belanja sekitar 5 pemain baru.

Dengan dana mereka yang terbatas, Real Madrid masih penasaran terhadap sosok Pogba. Untuk itu mereka bersiap mencari opsi lain demi mendatangkan sang gelandang ke Old Trafford.

El Real diberitakan menjajal opsi untuk melakukan tukar tambah, di mana mereka mencoba untuk menawarkan sosok Gareth Bale ditambah uang untuk transfer Pogba di musim panas nanti.

Callum Hudson Odoi sudah di pastikan lebih memilih bergabung dengan skuad The Blues

Asa Bayern Munchen untuk mendapatkan tanda tangan Callum Hudson-Odoi di musim panas ini nampaknya akan berakhir kegagalan. Sang pemain diberitakan sudah sepakat untuk menambah masa baktinya di Chelsea pada musim panas ini.

Hudson Odoi merupakan salah satu pemain muda yang diorbitkan ke tim utama Chelsea di musim panas ini. Ia menunjukkan performa yang cemerlang, di mana ia berhasil membuat 5 gol dan 7 assist dari total 24 penampilan untuk tim utama Chelsea musim lalu.

Karena bakat besar dari seorang pemain yang berusia sembilan belas tahun telah berhasil di endus kan kepada oleh Bayern Munchen. Die Rotten akan sudah bisa mencoba untuk mendatangkan seorang pemain yang berasal dari Inggris pada sejak d bursa transfer Januari lalu.

Namun pada saat itu Chelsea akan menolak tawaran dari juara Bundesliga itu. Namun pihak The Bavaria tidak patah arang, di mana mereka akan kembali menawar sang pemain di musim panas ini.

Hudson Odoi rencananya akan dijadikan pilar baru di sektor sayap mereka. Maklum, Bayern baru saja ditinggal dua winger andalan mereka, Franck Ribery dan Arjen Robben di musim panas ini, sehingga mereka butuh winger dengan kualitas memadai untuk sektor sayapnya.

Namun dilansir The Sun, harapan Bayern itu hampir pasti pupus. Hal ini dikarenakan sang pemuda lebih memilih untuk bertahan di Chelsea musim depan.

Laporan The Sun itu membeberkan bahwa Hudson Odoi akhirnya bersedia menandatangani kontrak baru di Chelsea setelah ia mendapatkan jaminan jam bermain untuk musim depan.

Sang pemuda sudah mendapatkan garansi bahwa ia akan menjadi starter reguler musim depan. Ia akan mengisi posisi yang ditinggalkan Eden Hazard mulai musim depan.

Hudson-Odoi senang mendapatkan garansi tersebut. Alhasil ia bersedia memperbaharui kontraknya di Stamford Bridge yang seharusnya berakhir di musim panas tahun depan, di mana ia disebut akan meneken kontrak berdurasi lima tahun di London Barat.

David De Gea tampaknya sudah tetap bertahan dengan Manchester United

Penjaga gawang Manchester United, David De Gea nampaknya tidak akan meninggalkan Old Trafford dalam waktu dekat. Sang kiper diberitakan sudah mulai bernegosiasi kembali dengan manajemen setan merah untuk memperpanjang kontraknya di United.

Kiper 28 tahun itu sudah menjadi sosok krusial di tim Manchester United. Ia menjadi dinding yang kokoh di bawah mistar gawang Setan Merah, di mana ia kerap membuat penyelamatan krusial bagi setan merah.

Kiper Timnas Spanyol itu saat ini sudah memasuki tahun terakhir dalam kontraknya di United. Manajemen United sudah beberapa kali menggelar diskusi dengan perwakilan sang kiper namun sejauh ini belum ada hasil yang memuaskan dalam progress perpanjangan kontrak sang kiper.

Namun Telegraph melaporkan bahwa United punya harapan untuk memperpanjang kontrak sang kiper. Pasalnya De Gea sudah bersedia kembali bernegosiasi dengan manajemen United untuk memperpanjang kontraknya.

Sebelumnya, De Gea sebenarnya masih ingin bertahan di Manchester United. Ia sudah merasa nyaman dengan skuat Setan Merah dan siap menambah jam terbangnya di Old Trafford.

Namun De Gea menjadi enggan memperpanjang kontraknya karena permintaan gajinya ditolak oleh manajemen MU. De Gea kabarnya meminta bayaran sebesar 350 ribu pounds per pekan di mana angka ini setara dengan gaji yang diterima Alexis Sanchez saat ini.

United yang beberapa kali menolak permintaan De Gea tersebut akhirnya menyadari bahwa mereka bakal kehilangan pemain hebat dan mereka akan mengeluarkan uang lebih besar untuk mencari penggantinya. Alhasil manajemen MU diberitakan mulai terbuka untuk membayar De Gea dengan gaji yang tinggi, sehingga kedua pihak mulai menegosiasikan gaji tetap sang kiper.

Manchester United sendiri diberitakan tetap jaga-jaga jika mereka gagal mencapai kesepakatan De Gea. Untuk itu mereka sudah membidik dua kiper untuk menggantikan De Gea.

Kandidat pertama adalah kiper Atletico Madrid, Jan Oblak. Mereka diberitakan harus membayar sekitar 105 juta pounds untuk pemain Timnas Slovenia tersebut. Selain itu, United juga membidik kiper muda berbakat Ajax Amsterdam, Andre Onana yang diberitakan harganya hampir setengah harga Oblak.

Andrea Barzagli telah di kabarkan segera pensiun

Dengan adanya sebuah kabar yang sangat mengejutkan dari klub Juventus. Dengan seorang bek senior mereka yang bernama Andrea Barzagli harus melakukan pemutusan untuk pensiun setelah pada akhir musim kompetisi 2018-2019 kini.

Andrea Barzagli bergabung dengan Juventus pada di tahun 2011 lalu. Karena selama delapan tahun ia berada di Turin, namun adanya seorang bek yang berusia tiga puluh tujuh tahun sudah pernah berasil untuk meraih dengan kesuksesan besar.

Andrea Barzagli sampai dengan sejauh ini sudah berhasil untuk mencatatkan sebanyak dua ratus delapan puluh penampilan untuk Si Nyonya Tua. Maka selain itu ia juga sudah pernah berasil meraih dengan sebanyak tujuh gelar dengan secara beruntun pada saat bersama Juventus.

Maka adanya seorang bek yang berasal dari Italia sudah bermain dengan selama delapan puluh menit pada saat dengan Juventus tang bertandang ke stadion Paolo Mazza pada tanggal (13/4) melawan dengan klub SPAL. Karena pada saat di laga itu, Juventus sudah menelan kekalahan dengan skor 1-2 dari SPAL dan sehingga mereka akan harus menunda gelar juaranya.

Setelah pertandingan melawan SPAL, Barzagli mengumumkan bahwa dirinya akan gantung sepatu pada akhir musim. Faktor cedera menjadi pertimbangan Barzagli untuk mengakhiri kariernya.

“Ketika Anda seorang pemain bola, sulit untuk memikirkan kehidupan setelah sepak bola, tetapi cedera musim ini membantu saya untuk memahaminya. Saya telah memutuskan untuk pensiun pada Juni.” Jelas Andrea Barzagli di situs resmi klub.

Andrea Barzagli mengaku belum punya rencana apapun setelah pensiun akhir musim ini. Dia masih harus memikirkan secara matang sebelum memutuskannya.

Dan saya mencoba mencari tahu apa yang harus saya lakukan selanjutnya. Saya tertarik dengan berbagai ide di dunia sepakbola, dan saya akan meluangkan waktu untuk memutuskan.

“Saya harus mengerti apa yang menarik minat saya dan apakah saya bisa melakukannya dengan baik. Bermain sepak bola adalah impian saya sejak kecil. Saya harus menemukan sesuatu yang memberi saya antusiasme yang sama.”

Setan Merah merasa rugi besar kalau Jual Paul Pogba

Mantan pemain Manchester United, Paul Scholes berharap Ole Gunnar Solskjaer mau melakukan segala cara untuk merayu Paul Pogba tetap bertahan di Old Trafford. Scholes yakin saat ini Pogba adalah pemain terbaik yang dimiliki MU.

Saat ini MU mulai dihantam beberapa isu transfer. Empat pemain MU yang seperti Juan Mata, Ander Herrera, Antonio Valencia, dan Matteo Darmian bakal kehabisan kontrak di akhir musim ini, mereka bisa hengkang ke klub mana pun dengan gratis.

Kabarnya MU sedang berusaha mati-matian mempertahankan Herrera dari rayuan PSG, dan mungkin sudah mengaktifkan klausul perpanjangan kontrak di kasus Darmian. Namun, Scholes yakin tidak ada satu pun dari empat pemain itu yang layak dipertahankan.

Kontrak Pogba terbilang masih cukup lama, tetapi kabarnya sang pemain sudah siap hengkang ke Real Madrid. Rumor ini terus menguat seiring waktu berjalan. Kemampuan Pogba dinilai sangat tepat untuk Madrid musim depan.

Saat ini ada beberapa pemain MU yang memasuki mendekati 12 bulan final dalam kontrak mereka. Ada Marcus Rashford, Paul Pogba, dan David De Gea. Tiga pemain ini krusial, khususnya Pogba, dan karena itulah Scholes berharap MU fokus mempertahankan POgba.

“Saya kira sudah ada beberapa contoh di tahun-tahun silam, ketika MU kehilangan pemain, tidak peduli seberapa besarnya pemain itu, entah David Beckham, Roy Keane, Cristiano Ronaldo, itu tidak penting, tidak terlalu penting.” Ujar Scholes kepada BT Sport.

Biarpun demikian, MU yang sekarang belum siap kehilangan Pogba, Schole sangat memahami itu. Menjual Pogba berarti menjual pemain terbaik yang mereka miliki, dan MU bisa kembali ke titik nol karena membuat kesalahan fatal itu.

“Namun, pada titik saat ini, = MU kehilangan Pogba bakal jadi bencana. Dia memang pernah dikritik karena inkonsistensinya, kami tahu itu, tetapi dia masih mencetak 15 gol semusim.”

Pogba baru saja membuktikan peran pentingnya untuk MU. Dia mencetak dua gol penalti yang mengantar MU mengalahkan West Ham dengan skor 2-1 pada laga lanjutan Premier League 2018/19 kini.

Aaron Ramsey mendapatkan sebuah tantang besar

Seorang manajer dari Arsenal yang bernama Unai Emery, ia telah memberikan adanya sebuah tantangan yang cukup besar bagi Aaron Ramsey agar supaya bisa mengakhiri bersama dengan karirnya di stadion Emirates dengan berhasil meraih gelar juara.

Karena Aaron Ramsey tampaknya sudah bisa untuk di pastikan tinggal Arsenal dengan secara begitu saja pada di musim akhir ini. Karena ia akan telah memulai dengan pertualangan baru bersama dengan klub Juventus.

Meskipun ia sudah pasti untuk mengangkat kaki, maka Unai Emery akan tetap memainkan seorang pemain yang berasal dari Wales karena dengan cara taktiknya sangat cukup bagus. Di dalam tujuh laga terakhir ini akan semua di dalam ajang kompetisi, ia telah berhasil untuk bisa membuat sebanyak tiga gol. Dan sehingga juga bisa menambahkan sebanyak satu assist.

Saat ini, Arsenal akan memiliki peluang di zona empat besar ajang liga. Namun mereka juga bisa balik ke ajang Liga Champions setelah dengan dua musim pada sebelum melalukan absen.

Selain itu mereka juga berpeluang jadi juara di Liga Europa. Sekarang The Gunners sudah masuk ke babak perempat final dan sudah menginjakkan satu kakinya di babak semifinal karena di leg pertama menang 2-0 ats Napoli.

Unai Emery kemudian membujuk Aaron Ramsey agar terus mempertahankan performa apiknya. Dengan demikian ia nanti bisa membantu Arsenal meraih prestasi apik di akhir musim.

“Itu tidak mudah baginya setelah ia menandatangani kontrak dengan Juventus, tetapi fokusnya adalah untuk membantu kami dan sikapnya adalah sikap yang sangat luar biasa terhadap setiap sesi pelatihan.” Ucapnya seperti dilansir Goal international.

“Saya terus berbicara dengannya tentang melakukan sesuatu yang sangat penting dalam pertandingan terakhir di sini di dua kompetisi yang sangat penting bagi kami.” Seru Unai Emery.

“Ia ingin melakukan sesuatu yang penting bagi suporter dan saya ingin melakukan sesuatu yang penting baginya di pertandingan terakhirnya di sini.” Tandasnya.

Disini! Tanda-tanda bahwa Bailly benar-benar kembali ke Manchester United

Gelandang Pantai Gading tidak secara teratur mewawancarai selama berada di Old Trafford, tetapi baru-baru ini dia melakukannya sebelum Manchester United menendang Fulham.

Tampaknya Eric Bailly meninggalkan Manchester United di jendela transfer musim dingin tetapi akhirnya dia tetap dan secara bertahap stabil di bawah bimbingan Ole Gunnar Solskjaer. Baru-baru ini, kapten Norwegia meyakinkannya dan mengatakan bahwa perjuangan masih berlangsung sampai akhir musim.

Sekarang, sebelum Setan Merah memiliki kunjungan yang relatif sulit di Craham Cottage Fulham, Bailly berbicara dengan penuh percaya diri dan itu membuktikan bahwa kepentingannya lebih terjamin daripada yang pernah terjadi dari akhir musim lalu hingga Jose Mourinho pergi.

Bailly kehilangan kepercayaan pada akhir Mourinho, tetapi sekarang segalanya telah banyak berubah dengan Solskjaer.

“Ini adalah keberangkatan langsung dari pesan manajer,” katanya. “Ini positif dalam semua yang kami lakukan, mengingat kualitas para pemain yang kami miliki. Saya percaya itu sama apakah kami bermain di rumah atau sebagai tamu.”

Oleh karena itu, saya berpikir bahwa harus bermain jauh dari rumah (bertemu Fulham) tidak jauh berbeda dari ketika bermain di Old Trafford. Dengan mentalitas ini, kami berharap tim akan terus berkembang dan mempertahankan performa hingga akhir musim ini “.

Bailly memiliki start pertamanya pada 2019 dalam pertandingan dengan Leicester City dan itu juga yang ketujuh di musim ini. Gelandang Pantai Gading berharap dirinya terus dipercaya dan akan mencoba melakukannya dengan mengesankan para pelatih.

Bailly telah meluncurkan Manchester United di pertandingan Community Shield 2016 dan bermain sebagai bek tengah kelas dunia.

“Bagi saya, penting untuk selalu menonjol dan bermain secara teratur dan saya akan mendapatkan kepercayaan diri karena itu selalu merupakan kunci bagi seorang pemain,” tambah Bailly. Saya harap saya dapat benar-benar mendapatkan kembali kepercayaan dari sebelumnya dan menempatkan diri saya pada posisi untuk melakukan pekerjaan yang sempurna bagi tim.

Tentu saja itu adalah keinginan dan harapan pribadi saya dengan bekerja keras serta mendengarkan para pelatih di sini, saya yakin bahwa saya akan kembali dengan kepercayaan diri terbaik dan berkontribusi lebih sering dalam sebuah tim Manchester United “.