Kisah Transfer Paul Pogba: Manchester United Enggan, Real Madrid Ngotot

Paul Pogba sudah sangat jelas dalam mengutarakan niatnya untuk segera meninggalkan Manchester United dan lebih memiliki bergabung dengan Real Madrid, tetapi Setan Merah masih tidak dapat rela untuk kehilangan bintang terbaik mereka. Nasib Paul Pogba pun kini berada di tangan sang agen, Mino Raiola yang di kenal bertangan dingin.

Zinedine Zidane tidak pernah menyembunyikan kekagumannya pada Pogba Dia berharap Florentino Perez bisa menemukan cara merekrut gelandang Prancis itu, meski dia tahu merayu MU bakal sangat sulit.

Pogba tahu ketertarikan Zidane, dan membalasnya dengan baik. Dia sudah beberapa kali mengaku kagum dengan Zidane dan selalu bermimpi bermain untuk Los Blancos sejak masih kecil. Tukar kode yang cukup jelas.

Biar begitu, Marca meyakini langkah Madrid mendatangkan Pogba tidak akan mudah, tetapi bukan berarti mustahil. Baik Zidane maupun Pogba ingin mewujudkan transfer ini, tetapi MU masih terus keras kepala.

Pimpinan MU sadar mereka tak bisa kehilangan pemain dengan kualitas tinggi seperti Pogba, khususnya melihat skuad MU yang seadanya sekarang. Solskjaer juga tak mau kehilangan Pogba, meski terkadang dia berulah di luar lapangan.

Namun, satu hal yang perlu diingat adalah MU tidak akan tampil di Liga Champions musim depan. Liga Champions adalah sumber uang terbesar. Gagal bermain di sana berarti rugi, dan MU bisa menutup kerugian itu dengan menjual Pogba.

Kontrak Menipis

Saat ini Pogba berada di Asia untuk berpartisipasi dalam salah satu promosi Adidas. Itu membuktikan bahwa dia merupakan salah satu pemain yang paling menjual di dunia sepak bola saat ini. Masyarakat Korea Selatan dan Jepang menyukai dia.

Pogba bakal bertahan di Asia beberapa hari lagi sebelum menikmati liburan di Los Angeles. Dia menyadari situasi yang terjadi, setidaknya saat ini, dan dia tidak mau memaksakan kepindahannya.

Pogba ingin masalah diselesaikan melalui dialog baik-baik, sekalipun di sudut benaknya dia tahu bahwa Zidane menginginkan dia seperti dia menginginkan Zidane.

Terlepas dari rumor Pogba-Madrid ini, PSG bisa jadi muncul sebagai tujuan yang mengejutkan. Lalu, yang terpenting, Manchester United harus segera menjual Pogba dengan harga tinggi jika tak mau kehilangannya dengan harga murah – kontrak Paul Pogba pun tersisa dua tahun lagi.

 

 

 

 

Prediksi Pertandingan Copa America 2019 17 Juni: Paraguay vs Qatar

Paraguay akan menghadapi tim tamu undangan Qatar dalam laga perdana di fase Grup B Copa America 2019. Pada laga yang akan digelar di Estadio Jornalista Mario Filho, Maracana, pada hari Senin (17/06) dini hari nanti, meski diunggulkan. Namun Paraguay diprediksi akan menghadapi laga yang cukup sulit.

Qatar sendiri merupakan timnas tamu undangan di copa america 2019 ini bersama dengan Jepang. Tentu laga Conmebol copa america ini, akan sedikit berbeda saat mereka bertarung di AFC Asian Cup dan pastinya akan menjadi laga yang banyak menguras kekuatan skuad dari tim asuhan Felix Sanchez Bas ini.

Qatar sendiri hingga saat ini memiliki catatan permainan yang cukup baik. Dari lima pertandingan terakhirnya, Qatar berhasil memenangkan empat laga beruntun sebelum akhirnya dikalahkan oleh Brasil di laga uji coba dua pekan lalu. Selain itu, Qatar juga terlihat mampu tampil dengan cukup kompak di beberapa pertandingan terakhirnya dan sehingga mereka bisa mendapatkan hasil yang cukup baik di beberapa pertandingan terakhirnya.

Qatar sendiri merupakan tim juara di piala Asia AFC yang digelar di UEA. Mereka mampu tampil dnegan sangat baik saat menghempaskan tuan rumah UEA dengan skor telak 4-0. Qatar kemudian memastikan gelar juara AFC dengan mengalahkan Jepang difinal dengan skor 3-1. Meski demikian, melawan tim diluar Asia, Qatar masih memiliki catatan buruk sama seperti saat dikalahkan Brasil dilaga persahabatan dengan kekuatan dan skuad pemain yang sama seperti di AFC Cup.

Sementara itu, Paraguay hingga saat ini justru mencatat permainan yang tidak cukup baik. Jika dilihat dari 10 pertandingan terakhirnya, Paraguay hanya bisa memenangkan dua laga dan menelan tujuh kekalahan sedangkan sisanya berakhir dengan hasil imbang. Dengan permainan yang monoton, Paraguay terlihat tidak cukup memiliki kedalaman permainan yang mumpuni untuk mendapatkan hasil yang baik.

Sebagai tim yang lebih diunggulkan di laga ini, Paraguay tentunya berharap pada tuah pelatih baru mereka Eduardo Berizzo yang menggantikan Juan Carlos Osorio di bulan maret tahun ini. Terbukti, Berizzo bisa sedikit menghidupkan permainan dari timnya. Paraguay sempat bermain imbang dengan Honduras dengan skor 1-1 sebelum akhirnya memenangi laga dengan skor 2-0 saat menghadapi Guatemala di laga uji coba.

Tiga pertemuan terakhir kedua timnas:

26/02/86 Qatar 1-1 Paraguay (Persahabatan)

01/03/86 Qatar 0-3 Paraguay (Persahabatan)

14/11/09 Paraguay 0–2 Qatar (Persahabatan).

Lima pertandingan terakhir Paraguay:

21/11/18 Afrika Selatan 1–1 Paraguay (Persahabatan)

23/03/19 Peru 1–0 Paraguay (Persahabatan)

27/03/19 Meksiko 4–2 Paraguay (Persahabatan)

05/06/19 Paraguay 1–1 Honduras (Persahabatan)

10/06/19 Paraguay 2–0 Guatemala (Persahabatan).

Lima pertandingan terakhir Qatar:

22/01/19 Qatar 1–0 Iraq (Piala AFC)

25/01/19 Korsel 0–1 Qatar (Piala AFC)

29/01/19 Qatar 4–0 UAE (Piala AFC)

01/02/19 Jepang 1–3 Qatar (Piala AFC)

06/06/19 Brazil 2–0 Qatar (Persahabatan).

Kedua tim ini sudah pernah bertemu sebelumnya dilaga uji coba pada tahun 2009 silam. Dimana paraguay menelan kekalahan 0-2 atas Qatar. Jika dilihat dari kedalaman skuad dan performa tim, saat ini kedua tim memiliki skuad yang kuat dan mampu bersaing di copa america. Prediksi skor imbang 1-1 kemungkinan akan menjadi hasil akhir pada laga nanti.

Perkiraan susunan pemain:

Paraguay (4-3-3): Gatito Fernandez, Oscar Cardozo, Derlis Gonzalez, Gustavo Gomez, Angel Romero, Miguel Almiron, Oscar Romero, Fabian Balbuena, Juan Rodrigo Rojas, Antonio Sanabria, Bruno Valdez, Robert Piris Da Motta

Pelatih: Eduardo Berizzo.

Qatar (4-4-2): Saad Al Sheeb, Abdulkarim Hasan Fadlalla, Tarek Salman, Boualem Khoukhi, Pedro Miguel, Abdulaziz Hatem, Assim Madibo, Boualem Khoukhi, Abdullah Abdulsalam, Hassan Al Haydos, Akram Afif, Almoez Ali

Pelatih: Felix Sanchez Bas.

Hasil Uji Coba 14 Juni: Bali United 0-0 Timnas U-23 Indonesia

Tidak ada pemenang dari hasil pertandingan uji coba antara timnas Indonesia U-23 melawan tuan rumah Bali United. Dalam laga yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada hari Jumat (14/06) malam wib, kedua tim bermain imbang tanpa gol.

Pada babak pertama, meski bertajuk sebagai pertandingan uji coba, kedua tim ini tetap bermain terbuka sejak awal laga dimulai. Baik  tim Serdadu Tridatu dan timnas Garuda Muda ini sama sama mengincar gol cepat dan memainkan laga dengan tempo permainan yang cepat.

Tampak Timnas U-23 lebih berusaha untuk tampil menggebrak dan membongkar pertahanan tuan rumah dari antar lini dan kemudian bermain tampil lebih gesit lagi begitu mendekati area pertahanan lawan. Di sisi lain skuat Bali United tak tinggal diam dengan mengimbangi permainan lawan dengan terus mencoba mengatur tempo permainan.

Memasuki menit ke 20, Skuat Garuda Muda pun akhirnya mampu mendominasi jalannya laga dengan baik. Mereka mampu bermain dengan mengurung pertahanan Bali United dari serangan yang kerap dibangun dari sayap kiri. Beberapa peluang sempat didapat oleh timnas, salah satunya melalui tendangan keras Hanif dari depan kotak pinalti yang masish menipis disamping gawang. Kemudian melalui aksi M. Rafli dimenit ke 25 di depan kotak penalti, meski sayang tendangannya malah melambung diatas mistar gawang.

Tuan rumah Bali United juga tak tinggal diam, begitu memiliki kesempatan mereka mencoba menebar ancaman lebat serangan balasan. Mereka ikut meningkatkan tempo permainan dengan menghasilkan beberapa peluang yang cukup berbahaya. Pada menit ke 32, tembakan sang kapten Taufiq nyaris berbuah gol andai laju bola tidak membentur mistar gawang meski kiper Dicky Indriyana hanya melihat datangnya bola.

Selanjutnya, kedua tim terus mengembangkan permainan mereka yang kemudian terus terjadi jual beli serangan diantara kedua kubu tersebut. Tensi pertandingan juga sempat meninggi hingga kerap terjadi benturan antar pemain, namun akhirnya tak ada gol yang tercipta hingga skor 0-0 ini terus bertahan hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, pelatih timnas Indra Sjafri sempat melakukan beberapa pergantian pemain di awal interval dengan memasukkan Lutfhi Kamal dan Kevin Gomes. Sementara dari tim tuan rumah, Gunawan Dwi Cahyo masuk untuk menggantikan Willian Pacheco yang sempat mengalami cidera jelang akhir babak pertama tadi.

Tidak ada perubahan dari permainan kedua tim, mereka sama sama bermain terbuka dengan tempo yang cepat. Peluang didapat oleh timnas melalui Hanif Sjahbandi pada menit ke 52, dengan melakukan sepakan keras namun bola berhasil ditepis kiper tuan rumah Reimas. Bali United membalas lewat pemain bintang yang baru dimasukkan, Paulo Sergio. Sayangnya, sepakan sang pemain masih menyamping dari sisi gawang.

Kehadiran Paulo Sergio membuat lini tengah Bali United tampak lebih hidup dan mampu memberikan perlawanan secara signifikan hingga membuat barisan pertahanan Garuda Muda mulai panik. Meski demikian, di sisa waktu yang ada, belum peluang yang benar-benar membahayakan dari kedua tim. Skor 0-0 tetap bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga.

Susunan pemain:

Bali United (4-2-3-1): Samuel Reimas, Disa Angga, Willian Pacheco, Haudi Abdillah, Michael Orah, Taufiq, Ahmad Agung, Arapenta W Purba, Yabes Roni, Mohammad Fahmi Al-Ayyubi, Miftahul Hamdi

Pelatih: Stefano Cugurra Teco.

Timnas U-23 Indonesia (4-3-3): Dicky Indriyana, Rifad Marasabesy, Dandi Maulana, Nurhidayat Haji Haris, Rizky Dwi Febrianto, Rachmat Irianto, Hanif Sjahbandi, Kadek Agung Widnyana, Feby Eka Putra, Muhammad Rafli, Witan Sulaeman

Pelatih: Indra Sjafri.

Setan Merah tidak akan memberikan diskon

Rencana Real Madrid untuk mendatangkan Paul Pogba dari Manchester United kesulitan mendapatkan jalan yang sulit. Setan Merah diberitakan ogah untuk menurunkan harga jual sang gelandang di bursa transfer Manchester United.

Sudah menjadi rahasia umum jika Real Madrid sangat mengidamkan jasa Paul Pogba. Sang gelandang diberitakan masuk dalam rencana Zinedine Zidane untuk memperkuat skuat El Real di musim panas nanti.

Real Madrid sendiri sudah mencoba untuk mendatangkan sang gelandang ke Santiago Bernabeu. Namun mereka kesulitan untuk meyakinkan Manchester United untuk melepaskan Pogba di bursa transfer musim panas ini.

Dilansir The Mirror, United masih bersikukuh untuk mempertahankan Pogba di musim panas ini. Namun mereka membuka peluang bagi Real Madrid untuk mendapatkan sang gelandang bahwa mereka berani membayar penuh untuk Pogba.

Pogba yang bergabung dengan MU pada tahun 2016 silam, masih memiliki kontrak dua tahun di Old Trafford. Ia akan menyelesaikan masa baktinya bersama Setan Merah di tahun 2021 mendatang.

United yang membeli Pogba seharga 89 juta pounds dari Juventus merasa enggan kehilangan sang gelandang dengan harga yang murah. Untuk itu mereka mematok harga sekitar 150 juta pounds untuk sang gelandang.

Real Madrid sendiri merasa keberatan dengan angka ini. Tawaran terakhir mereka dikabarkan sudah mencapai angka 135 juta pounds untuk Pogba. Namun MU memutuskan menolak tawaran tersebut, karena mereka tetap ingin uang penuh 150 juta pounds untuk sang gelandang.

Real Madrid sendiri merasa kesulitan untuk menebus Pogba di musim panas ini. Hal ini dikarenakan selama musim panas ini, mereka sudah menghabiskan hampir 300 juta pounds untuk belanja sekitar 5 pemain baru.

Dengan dana mereka yang terbatas, Real Madrid masih penasaran terhadap sosok Pogba. Untuk itu mereka bersiap mencari opsi lain demi mendatangkan sang gelandang ke Old Trafford.

El Real diberitakan menjajal opsi untuk melakukan tukar tambah, di mana mereka mencoba untuk menawarkan sosok Gareth Bale ditambah uang untuk transfer Pogba di musim panas nanti.

Callum Hudson Odoi sudah di pastikan lebih memilih bergabung dengan skuad The Blues

Asa Bayern Munchen untuk mendapatkan tanda tangan Callum Hudson-Odoi di musim panas ini nampaknya akan berakhir kegagalan. Sang pemain diberitakan sudah sepakat untuk menambah masa baktinya di Chelsea pada musim panas ini.

Hudson Odoi merupakan salah satu pemain muda yang diorbitkan ke tim utama Chelsea di musim panas ini. Ia menunjukkan performa yang cemerlang, di mana ia berhasil membuat 5 gol dan 7 assist dari total 24 penampilan untuk tim utama Chelsea musim lalu.

Karena bakat besar dari seorang pemain yang berusia sembilan belas tahun telah berhasil di endus kan kepada oleh Bayern Munchen. Die Rotten akan sudah bisa mencoba untuk mendatangkan seorang pemain yang berasal dari Inggris pada sejak d bursa transfer Januari lalu.

Namun pada saat itu Chelsea akan menolak tawaran dari juara Bundesliga itu. Namun pihak The Bavaria tidak patah arang, di mana mereka akan kembali menawar sang pemain di musim panas ini.

Hudson Odoi rencananya akan dijadikan pilar baru di sektor sayap mereka. Maklum, Bayern baru saja ditinggal dua winger andalan mereka, Franck Ribery dan Arjen Robben di musim panas ini, sehingga mereka butuh winger dengan kualitas memadai untuk sektor sayapnya.

Namun dilansir The Sun, harapan Bayern itu hampir pasti pupus. Hal ini dikarenakan sang pemuda lebih memilih untuk bertahan di Chelsea musim depan.

Laporan The Sun itu membeberkan bahwa Hudson Odoi akhirnya bersedia menandatangani kontrak baru di Chelsea setelah ia mendapatkan jaminan jam bermain untuk musim depan.

Sang pemuda sudah mendapatkan garansi bahwa ia akan menjadi starter reguler musim depan. Ia akan mengisi posisi yang ditinggalkan Eden Hazard mulai musim depan.

Hudson-Odoi senang mendapatkan garansi tersebut. Alhasil ia bersedia memperbaharui kontraknya di Stamford Bridge yang seharusnya berakhir di musim panas tahun depan, di mana ia disebut akan meneken kontrak berdurasi lima tahun di London Barat.

David De Gea tampaknya sudah tetap bertahan dengan Manchester United

Penjaga gawang Manchester United, David De Gea nampaknya tidak akan meninggalkan Old Trafford dalam waktu dekat. Sang kiper diberitakan sudah mulai bernegosiasi kembali dengan manajemen setan merah untuk memperpanjang kontraknya di United.

Kiper 28 tahun itu sudah menjadi sosok krusial di tim Manchester United. Ia menjadi dinding yang kokoh di bawah mistar gawang Setan Merah, di mana ia kerap membuat penyelamatan krusial bagi setan merah.

Kiper Timnas Spanyol itu saat ini sudah memasuki tahun terakhir dalam kontraknya di United. Manajemen United sudah beberapa kali menggelar diskusi dengan perwakilan sang kiper namun sejauh ini belum ada hasil yang memuaskan dalam progress perpanjangan kontrak sang kiper.

Namun Telegraph melaporkan bahwa United punya harapan untuk memperpanjang kontrak sang kiper. Pasalnya De Gea sudah bersedia kembali bernegosiasi dengan manajemen United untuk memperpanjang kontraknya.

Sebelumnya, De Gea sebenarnya masih ingin bertahan di Manchester United. Ia sudah merasa nyaman dengan skuat Setan Merah dan siap menambah jam terbangnya di Old Trafford.

Namun De Gea menjadi enggan memperpanjang kontraknya karena permintaan gajinya ditolak oleh manajemen MU. De Gea kabarnya meminta bayaran sebesar 350 ribu pounds per pekan di mana angka ini setara dengan gaji yang diterima Alexis Sanchez saat ini.

United yang beberapa kali menolak permintaan De Gea tersebut akhirnya menyadari bahwa mereka bakal kehilangan pemain hebat dan mereka akan mengeluarkan uang lebih besar untuk mencari penggantinya. Alhasil manajemen MU diberitakan mulai terbuka untuk membayar De Gea dengan gaji yang tinggi, sehingga kedua pihak mulai menegosiasikan gaji tetap sang kiper.

Manchester United sendiri diberitakan tetap jaga-jaga jika mereka gagal mencapai kesepakatan De Gea. Untuk itu mereka sudah membidik dua kiper untuk menggantikan De Gea.

Kandidat pertama adalah kiper Atletico Madrid, Jan Oblak. Mereka diberitakan harus membayar sekitar 105 juta pounds untuk pemain Timnas Slovenia tersebut. Selain itu, United juga membidik kiper muda berbakat Ajax Amsterdam, Andre Onana yang diberitakan harganya hampir setengah harga Oblak.

Hasil Pertandingan La Liga 14 April: Atletico Madrid 2-0 Celta Vigo

Rojiblancos sukses meraih kemenangan saat menjamu Celta Vigo pada lanjutan laga La Liga Spanyol di jornada ke 32. Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Wanda Metropolitano pada hari Minggu (14/04) dini hari wib, tuan rumah menang dengan skor 2-0.

Antoine Griezmann tampil sebagai bintang kemenangan tuan rumah usai menyumbangkan satu gol dan satu assist, satu gol lainnya dicetak oleh Alvaro Morata. Dengan tambahan tiga poin, Atletico saat ini menempati posisi kedua klasemen La Liga dengan 65 poin dan masih tertinggal 9 poin dari Barcelona di puncak. Sementara Celta Vigo masih tertahan diposisi ke 16 dengan 32 poin.

Pada babak pertama, tampil sebagai tuan rumah. Atletico langsung tampil menggebrak sejak menit pertama laga dimulai. Pada menit ke 9, Griezmann sudah mendapatkan peluang usai melepaskan sepakan yang masih mampu ditepis oleh kiper Ruben Blanco.

Celta Vigo sempat membalas lewat peluang Sofiane Boufal pada menit ke 18. Mendapatkan ruang tembak, sang pemain kemudian melepaskan sepakan keras dari luar kotak 16 namun masih bisa diamankan oleh kiper Jan Oblak.

Setelah beberapa kali melakukan percobaaan, Griezmann akhirnya mampu menjebol gawang Ruben Blanco saat laga memasuki menit ke 42. Melalui situasi bola mati, tendangan bebas pemain asal Prancis tersebut tak mampu ditepis oleh kiper tim tamu dan membuat ATM unggul 1-0 yang terus bertahan hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, kedua tim memulai laga ini dengan tempo yang cukup lambat. Meski demikian, tim tamu yang memiliki peluang pertama di menit ke 66. Striker utama tim tamu Maxi Gomez melepaskan tembakan usai menyambar umpan Ryad Boudebouz. Sayang, masih membentur tiang gawang dan bola keluar lapangan.

Memasuki menit ke 74, tuan rumah sukses menggandakan keunggulan mereka lewat gol dari Alvaro Morata. Mantan striker Chelsea tersebut membobol gawang Los Celestes berkat umpan sodoran dari Griezmann. Skor pun berubah menjadi 2-0. dan bertahan hingga akhir laga.

Atletico Madrid (4-4-2): Jan Oblak, Juanfran, Toni Moya, Francisco Montero, Filipe Luis (Santiago Arias 72′), Vitolo (Alvaro Morata 62′), Rodrigo, Saul Niguez, Koke, Antoine Griezmann (Victor Mollejo 90′), Angel Correa

Celta Vigo(4-2-3-1): Ruben Blanco, Hugo Mallo, Gustavo Cabral, Nestor Araujo, Lucas Olaza, Stanislav Lobotka, Okay Yokuslu (Fran Beltran 84′), Emre Mor (Pione Sisto 65′), Ryad Boudebouz, Sofiane Boufal (Mathias Jensen 86′), Maxi Gomez

Hasil Pertandingan Serie A 14 April: AS Roma 1-0 Udinese

Giallorossi berhasil meraih lewat gol tunggal Edin Dzeko saat menjamu Udinese dalam lanjutan Serie A di giornata ke 32. Bermain di Olimpico, pada Sabtu atau Minggu (14/04) dini hari win, Roma menang dengan skor 1-0.

Dengan hasil tersebut membuat Roma naik ke posisi empat klasemen sementara dengan 54 poin. Sementara itu, Udinese masih terpuruk di peringkat ke 16 dengan raihan 32 poin.

Jalannya pertandingan di babak pertama ini dimulai dengan gerbrakan dari tim tamu. Udinese yang langsung tampil menekan ini mendapatkan peluang lewat tembakan dari Rodrigo de Paul yang masih melebar tipis disisi gawang dimenit kedua.

Kembali tampil menekan, tak lama berselang giliran Rolando Mandragora yang melepas tembakan dari luar kotak penalti. Namun laju bola masih bisa dihentikan oleh kiper Antonio Mirante. Tim tamu kembali mengancam lewat Kevin Lasagna pada menit ke 14. Namun, percobaannya kembali gagal karena tembakannya masih melambung tipis diatas mistar,

Memasuki setengah jam laga, Roma baru mulai tampil terbuka. Mereka mendapatkan peluang lima menit kemudian sepakan melalui Bryan Cristante yang masih menyamping dari gawang Juan Musso. Begitu pula dengan dua percobaan dari Stephan El Shaarawy masih keduanya masih bisa dihalau oleh sang kiper. Skor 0-0 ini pun tetap bertahan hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, Roma langsung tampil menggebrak untuk menekan pertahanan sang tamu. Stefano Okaka mendapatkan peluang namun masih belum membuahkan hasil. Begitu juga peluang dari Edin Dzeko di menit ke 53. Sayangnya, sundulannya masih melambung tinggi.

Terus tampil menekan, Roma akhirnya mampu memecahkan kebuntuan laga lewat Edin Dzeko melalui tembakan kaki kanannya usai memanfaatkan bola terobosan dari El Shaarawy. Skor pun berubah menjadi 1-0 dan terus bertahan hingga pertandingan usai.

Susunan pemain:

Roma (4-4-2): Antonio Mirante, Juan Jesus (Alessandro Florenzi 46′), Kostas Manolas, Federico Fazio, Ivan Marcano, Nicolo Zaniolo, Daniele De Rossi (Cengiz Under 69′), Bryan Cristante, Stephan El Shaarawy, Edin Dzeko, Patrik Schick (Lorenzo Pellegrini 46′).

Udinese (3-5-2): Juan Musso, Sebastien De Maio (Lukasz Teodorczyk 84′), William Troost-Ekong, Samir, Jens Stryger-Larsen, Seko Fofana, Rolando Mandragora (Sandro 69′), Rodrigo De Paul, Marco D’Alessandro (Ignacio Pussetto 72′), Stefano Okaka, Kevin Lasagna.

Hasil Pertandingan Premier League 14 April: Manchester United 2-1 West Ham United

 

Setan Merah sukses meraih kemenangan tipis atas West Ham United dalam laga lanjutan pekan ke 33 Premier League 2018/19. Bertanding di Old Trafford, pada hari Sabtu (14/04) dini hari wib. United meraih kemenangan 2-1 atas tamunya.

Dalam laga ini, Paul Pogba menyumbangkan dua gol dimana keduanya dicetak lewat penalti di masing masing babak. Sementara itu, The Hammers hanya mampu memperkecil kedudukan melalui Felipe Anderson. Dengan hasil ini membuat pasukan Ole Gunnar Solskjaer naik peringkat kelima dengan torehan 64 poin. Sementara West Ham masih menempati peringkat ke 11 dengan raihan 42 poin.

Jalannya pertandingan di babak pertama ini dimulai dengan tekanan dari West Ham terlebih dahulu dalam menggebrak pertahanan tuan rumah. Di menit kedua, sang tamu memperoleh peluang lewat Arthur Masuaku yang melepas tembakan dari luar kotak penalti namun masih melambung di atas mistar gawang.

Bahkan West Ham mampu bermain dengan cukup baik dalam terus tampil terbuka. Felipe Anderson juga sempat menjebol gawang David de Gea pada menit ke 10. Sayangnya, wasit mengkonversi gol tersebut karena sang pemain sudah berada dalam posisi off side terlebih dahulu.

The Red Devils yang bermain bertahan dengan mengandalkan serangan balik mendapatkan tendangan penalti pada menit ke 17. Hadiah pinalti diberikan oleh wasit usai Juan Mata dijatuhkan Robert Snodgrass didalam kotak pinalti. Paul Pogba yang maju sebagai eksekutor sukses membobol gawang Lukasz Fabianski. Skor pun berubah menjadi 1-0 dan terus bertahan hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, West Ham kembali tampil menggebrak. Upaya dari anak asuh Manuel Pellegrini pun membuahkan hasil saat laga memasuki menit ke 49 lewat Felipe Anderson. Pemain asal Brasil tersebut berhasil mencetak gol setelah memanfaatkan umpan silang dari Manuel Lanzini. Skor pun berubah menjadi 1-1.

Hasil ini membuat United baru tampil terbuka dilaga ini. Namun masih mendapatkan perlawanan dari sang tamu. Jual beli serangan un langsung terjadi dengan tempo permainan yang sedang.

Hingga akhirnya, Manchester United kembali mendapatkan penalti pada menit ke 80 setelah Anthony Martial dijatuhkan Ryan Fredericks didalam kotak penalti. Pogba yang kembali menjadi eksekutor berhasil mencetak gol keduanya dari titik putih. Skor pun berubah menjadi 2-1 dan terus bertahan hingga laga berakhir.

Susunan pemain:

Manchester United (4-3-3): David de Gea, Diogo Dalot, Chris Smalling, Phil Jones, Marcos Rojo (Andreas Pereira 75′), Juan Mata (Marcus Rashford 55′), Fred, Paul Pogba, Jesse Lingard, Romelu Lukaku (Mason Greenwood 76′), Anthony Martial.

West Ham (4-2-3-1): Lukasz Fabianski, Pablo Zabaleta (Ryan Fredericks 76′), Fabian Balbuena, Angelo Ogbonna, Arthur Masuaku, Declan Rice, Mark Noble, Robert Snodgrass, Manuel Lanzini (Grady Diangana 62′), Felipe Anderson, Javier Hernandez (Michail Antonio 73′).

Misi Chelsea Ingin Menang Melawan Liverpool

Chelsea atau the blues yang juga pernah merusak musim liverpool dengan membawa keberuntungan atas kemenangannya yang berada di tahun 2014 di stadion Anfield yang lalu itu,dan sedangkan si biru yang juga akan mencoba mengulanginya pada akhir pekan ini untuk bisa memenangkan pertandingan selanjutnya dengan liverpool .

dan duel di tahun 2014 yang juga sudah diselenggarakan di stadion Anfield, bagaimana pun juga chelsea yang juga sudah berhasil mengalahkan lawannya yaitu Liverpool dengan memiliki skornya 2-0 pada dibulan april di tahun itu. dan sorotan yang mengarah kepada kapten liverpool yang pada saat itu adalah Steven Gerrad dikarenakan ia telah melakukan blunder fatal atau mengalami suatu tidak terkondisinya didalam pertandingan sehingga menyebabkan ia bunder ..,dan kesalahan yang sangat fatal yang telah dilakukan oleh pemain liverpool itu Gerrard yang juga turut andil dalam kekalahan liverpool yang pada prosesnya membuka jalan bagi manchester city untuk memenangi liga inggris yang berada di tahun 2013/2014.

dan situasi yang serupa itu juga terjadi dimana di musim ini liverpool dan juga city yang tengah sedang melakukan perundingan persaingan yang sangat ketat dalam mencoba untuk bisa mendapatkan gelar juara itu tersebut, dan pada saat ini juga, Si Merah yang juga sudah berhasil sejauh ini dalam melakukan perundingan terhadap city sampai-sampai mereka yang juga tidak mau kalah dan merebut kekuasaan mereka yang berada di puncak klasemen sementara ini dengan keunggulan 2 poin dari city, yang juga masih mempunyai satu laga yang tersisa lagi untuk liverpool.

di sisi lain juga, chelsea yang masih juga bersaing dengan tottenham hotspur, arsenal,dan juga manchester united untuk bisa lolos ke empat besar yang berada di akhir musim ini, tiga poin ini juga menjadi suatu incaran bagi the blues pada saat mereka sedang menantang liverpool, yang akan secara langsung dipertandingkan pada hari Minggu (14/4/2019) ini yang akan bertanding lagi bersama.sesudah 2014 lalu itu.