Alexis Sanchez: Chili Cukur Jepang 4-0

 

Chili mengawali perjalanan di Copa America 2019 dengan kemenangan besar. Alexis Sanchez dkk menghajar tim undangan, Jepang, dengan skor telak 4-0.

Chili dan Jepang tampil di Estadio do Morumbi pada hari Selasa (18/6/2019) pagi WIB. Jepang terlebih dulu membuat repot pada awal-awal laga, salah satunya melalui kans Shoya Nakajima pada menit ke-9 yang masih bisa dihalau oleh Gabriel Arias.

Chili perlahan-lahan bisa keluar dari tekanan Jepang. Pada menit ke-28, sebuah umpan dari Jean Beausejour disambar oleh Eduardo Vargas, akan tetapi Keisuke Osako masih mudah mengamankan bola.

Sanchez memperoleh kesempatan pada menit ke-35. Tendangan Sanchez menyambut umpan tendangan sudut masih melenceng dari gawang.

Kebuntuan akhirnya terpecahkan pada menit ke-41. Umpan lambung Charles Aranguiz disundul Erick Pulgar dan bola melesak masuk ke sudut kiri atas gawang Jepang. Chili pun memimpin 1-0.

Jepang hampir menyamakan skor pada menit ke-44 karena kesalahan yang dilakukan Sanchez. Bola direbut Jepang dengan Gaku Shibasaki memberikan ke Ayase Ueda yang lantas melewati Arias. Akan tetapi Shibasaki terlalu lama menahan bola dan terus bergerak melebar, sehingga akhirnya melepaskan tembakan lemah yang berakhir melenceng.

Menjelang babak pertama berakhir, Sanchez mendapatkan peluang bagus. Sanchez menyambar crossing dari sebelah kanan, namun masih tepat mengarak ke Arias. Chili pun menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 atas Jepang.

Chili menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-54. Kerjasama Arturo Vidal, Aranguiz, Vargas dan Mauricio Isla berujung gol. Sepakan Vargas sempat mengenai Takehiro Tomiyasu sehingga mengelabui Osako.

Jepang mendapatkan kans untuk membalas 3 menit kemudian. Shibasaki mencuri bola dari Vidal dan melepaskan crossing, tapi penyelesaian akhir Ueda masih melenceng.

Kesempatan lain didapatkan Jepang di menit ke-65. Kali ini Takefusa Kubo yang melewati beberapa pemain dan melepaskan tembakan. Bola masih melebar dari sasaran.

Ueda kembali berada di dalam situasi bagus pada menit ke-69. Kubo memberikan bola kepada Ueda, namun gagal dijangkaunya.

Sesudah serangkaian serangan Jepang, Chili menciptakan gol ketiganya pada menit ke-82. Umpan Aranguiz dituntaskan Sanchez dengan sundulan kepala untuk membawa Chili menjauh 3-0.

Semenit kemudian, skor kembali berubah. Vargas menusuk dan Osako bergerak meninggalkan sarangnya. Dengan cerdik, Vargas melambungkan si kulit bundar ke gawang yang sudah kosong. 4-0 untuk Chili.

Hingga laga tuntas, tidak ada lagi gol yang tercipta. Dengan hasil ini, La Roja untuk sementara memuncaki Grup C dengan nilai poin dan selisih gol yang sama dengan Uruguay, tapi unggul di poin fairplay.

Sementara itu Samurai Blue dengan situasi yang sama menempati peringkat , unggul poin fairplay dari Ekuador yang juga dikalahkan 0-4 oleh Uruguay. Chili mengoleksi satu kartu kuning, Uruguay dan Jepang memiliki 2, sementara Ekuador sudah mendapatkan satu kartu merah langsung.

Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi Mengatakan Tidak Ada Lagi Perilaku Selebritas

Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi mengatakan para pemainnya tidak ada di sini untuk menyenangkan diri mereka sendiri dan telah memanggil perilaku selebritas di klub sepakbolanya.

Masalah di luar lapangan tampil menonjol di musim 2018/2019 di PSG, kampanye di mana tim Thomas Tuchel memenangkan Ligue 1, tetapi tersingkir oleh Manchester United di babak 16 besar di Liga Champions dan juga gagal memenangkan salah satu dari Prancis piala domestik untuk pertama kalinya sejak 2013. Cuplikan juga muncul di Instagram tentang dia menyerang penggemar di tribun di Stade de France setelah kekalahan final Piala Prancis PSG dari Rennes pada April pada sebuah insiden yang mengakibatkan dia kehilangan kapten Brasil itu.

Pemenang Piala Dunia Kylian Mbappe mengatakan pada bulan Mei bahwa ia telah mencapai titik balik dalam karirnya dan akan terbuka untuk proyek baru, sementara itu bek kanan Thomas Meunier menyatakan dia terbuka untuk meninggalkan Parc des Princes. Adrien Rabiot menolak untuk menandatangani kontrak baru yang menuntun Tuchel untuk menjatuhkannya dari pasukannya, dan usulan langkah ke Barcelona gagal pada Januari. Pada hari Jumat bahwa pria Prancis telah mengadakan pembicaraan tentang kepindahan ke Juventus.

Pemilik klub Al-Khelaïfi, yang pada bulan Mei sendiri membantah tuduhan korupsi sehubungan dengan upaya Qatar untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Atletik Dunia 2017, menginginkan perubahan dalam sikap para pemain di PSG sebelum kampanye 2019/2020 mereka. Para pemain harus memikul tanggung jawab mereka lebih dari sebelumnya. Itu pasti sangat berbeda, kata presiden klub kepada France Football.

Mereka harus melakukan lebih banyak, bekerja lebih banyak. Mereka tidak ada di sana untuk menyenangkan diri mereka sendiri. Dan jika mereka tidak setuju, pintunya terbuka, ciao! Saya tidak ingin memiliki perilaku selebriti lagi. Al-Khelaifi akan berharap bahwa pengangkatan Leonardo kembali sebagai direktur olahraga PSG pada hari Jumat sebagai pengganti langsung untuk Antero Henrique akan membantu memadamkan beberapa masalah terkait transfer yang saat ini dihadapi oleh juara domestik Prancis.

Hubungan kerja Tuchel dengan Henrique menjadi semakin tegang karena kebutuhan untuk memperkuat skuad yang terkena cedera, kurangnya pemain Januari, dan masalah yang sedang berlangsung seputar status Rabiot di klub. Al-Khelaifi mengatakan. Saya menyadari bahwa perubahan itu penting, jika tidak kami tidak pergi ke mana-mana. Dalam dua menit, masalah diselesaikan di antara kami.

Dia akan memiliki semua kekuatan olahraga. Leo, ini temanku. Dia luar biasa. Saya memiliki kepercayaan penuh padanya. Otoritas alaminya akan melakukan yang baik untuk semua orang, terutama untuk semua para pemain yang ada disini.

Gracia, Frank Lampard dan Para Calon Pengganti Sarri

 

Chelsea tidak perlu kecewa seandainya Frank Lampard tidak direstui melatih disana. Sebab, masih ada pengganti yang tidak kalah bagus daripada Lampard. Siapa saja?

Chelsea baru ditinggal oleh Maurizio Sarri yang memutuskan untuk pergi sesudah satu tahun berada disana. Sarri tak kuasa menolak pinangan Juventus untuk kembali melatih di Serie A.

Saat ini Chelsea dihadapkan kepada pilihan sulit untuk mencari pengganti Sarri. Bukan apa-apa karena The Blues sedang diskorsing transfer oleh FIFA sehingga itu akan menyulitkan pengganti Sarri nantinya.

Baru Lampard saja yang disebut-sebut akan mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Sarri. Sebab, Lampard dianggap pas karena dia merupakan legenda Chelsea dan para pemain akan menghormatinya.

Namun di lain sisi, pilihan tersebut dianggap riskan mengingat Lampard masih minim pengalaman melatih di level top. Pria berusia 40 tahun itu baru sekali melatih, itupun di klub Championship bersama Derby County.

Walaupun demikian, prestasi Lampard meloloskan Derby ke final Playoff Championship, sebelum akhirnya dikalahkan Aston Villa menjadi daya tarik tersendiri. Jalan ‘Si Biru’ mendapatkan Lampard tak mudah karena The Rams kabarnya malah ingin memperbaharui kontrak pria kelahiran Romford, 20 Juni 1978 itu.

Belum lagi Lampard bakal berpikir 2 kali kalau diserahi tugas menangani Chelsea mengingat pemilik klub, Roman Abramovich, tidak segan-segan untuk memecat manajer kalau klub bermain dengan buruk.

Nah, kalau akhirnya Lampard menolak, Chelsea sebenarnya tak perlu khawatir karena masih banyak manajer bagus yang bisa direkrut. Salah satu kandidat kuat lainnya adalah manajer Watford, Javi Gracia.

Manajer asal Spanyol itu memang pada awalnya berada di urutan teratas untuk menggantikan Sarri yang sudah lama digosipkan akan pergi. Prestasi Gracia membawa The Hornets menjadi finalis Piala FA dan finis di posisi 10 besar musim ini menjadi catatan tersendiri.

Selain Gracia, ada juga Nuno Espirito Santo yang merupakan manajer Wolverhampton Wanderers. Akan tetapi misi Chelsea menggaet Santo sepertinya sulit mengingat manajer asal Portugal itu mencatatkan pencapaian bagus ketika membawa The Wolves finis di peringkat 7 setelah baru promosi di musim lalu.

Pelatih Ajax Amsterda, Erik Ten Hag, juga masuk ke dalam daftar. Ten Hag memiliki gaya melatih yang mirip dengan Sarri dan disebut akan mudah beradaptasi dengan para pemain. Nilai lebih pelatih asal Belanda itu adalah dia bisa saja meroketkan para pemain akademi Chelsea yang sedang terkena hukuman transfer.

Ada juga satu nama dari Jerman, yakni Ralf Rangnick. Rangnick merupakan pelatih top mengingat mampu membawa RB Leipzig bersaing di papan atas. Posisi manajer asal Jerman itu sebagai pelatih Leipzig tidak akan dilanjutkan di musim panas ini. Nah, kebetulan Rangnick mau mencari tantangan di luar Jerman dan Chelsea sepertinya bakal cocok untuknya.

Nama Massimiliano Allegri sempat muncul, tapi keputusannya untuk istirahat sejenak dari dunia kepelatihan selama setahun bisa menjadi penghalang Chelsea. Akan tetapi The Blues bisa saja menjalin ikatan dengan Allegri dan mengorbankan satu musim bersama manajer lain sambil menunggu musim 2020/2021.

Jadi, mau memilih siapa Chelsea?

Argentina Takluk 0-2 Dari Kolombia

 

Argentina memulai Copa America 2019 dengan menelan kekalahan. Gol Roger Martinez dan Duvan Zapata memastikan Kolombia menang dengan skor akhir 2-0 atas Argentina.

Di dalam laga yang berlangsung di Arena Fonte Nova pada hari Minggu (16/6/2019) pagi WIB, Argentina langsung mendapatkan serangan gencar dari Kolombia selepas kickoff.

Kolombia memberikan ancamannya pada menit ke-16 ketika Martinez menyambar umpan dari Radamel Falcao, akan tetapi bola masih mengenai pemain Argentina dan cuma menghasilkan tendangan penjuru.

Hingga 25 menit berlalu, Argentina masih sulit untuk mengembangkan permainannya. Sementara itu Kolombia bermain lebih agresif dan berbahaya ketika menguasai si kulit bundar.

Tembakan James Rodriguez pada menit ke-35 masih belum mengarah ke gawang. Wasit asal Chili, Roberto Tobar, sempat meninjau lewat VAR (Video Assistant Referee) apakah bola sempat mengenai tangan pemain Argentina sehingga berpotensi menghasilkan penalti. Namun sesudah meninjau VAR, wasit memutuskan tidak ada penalti.

Lewat sepakan bebas pada menit ke-38, umpan Rodriguez disambar Falcao dengan sundulan kepala, tapi masih belum mengarah ke gawang. Paruh pertama pun tuntas tanpa gol.

Babak kedua baru berjalan, Argentina memberikan ancaman melalui tendangan jarak jauh Leandro Daniel Paredes. Bola melenceng tipis di samping gawang Kolombia.

Argentina memberikan ancaman lainnya pada menit ke-59, kembali lewat Paredes. Kali ini tembakan voli Paredes masih bisa diantisipasi David Ospina.

Sepakan Lionel Messi pada menit ke-62 masih mengarah tepat ke Ospina sehingga mudah diamankan. Ospina kemudian menghalau sundulan kepala Sergio Aguero empat menit kemudian dan upaya lanjutan dari Messi melenceng.

Terus diserang Argentina, Kolombia justru menciptakan gol terlebih dulu pada menit ke-71. Martinez melancarkan tusukan dari sebelah kiri, berlari ke tengah dan kemudian melepaskan tembakan keras untuk menaklukkan Franco Armani. 1-0 untuk Kolombia.

Tendangan bebas Messi pada menit ke-77 masih belum membahayakan gawang Kolombia.

Kolombia menggandakan keunggulannya menjadi 2-0 pada menit ke-86. Zapata menuntaskan umpan dari Jefferson Lerma dan menegaskan keunggulan Kolombia.

Argentina memberikan ancaman lewat Paredes. Sepakan keras Paredes dari situasi bola mati masih bisa dihalau Ospina.

Argentina kembali menciptakan peluang ketika German Pezzella mendapatkan bola liar menyusul sepakan bebas Messi. Namun upaya Pezzella masih mengarah tepat ke Ospina.

Dengan hasil ini, Los Cafeteros memuncaki Grup B dengan nilai 3 poin dan La Albiceleste berada di peringkat terbawah.

Erik ten Hag Berhasil Membawa Ajax Meraih Kemenangan

Angkat topi untuk debut Ajax di Liga Champions musim ini. Klub-klub top telah dikangkangi team instruksi Erik ten Hag itu untuk menginjak semi final.

Ajax sukses menginjak semi final Liga Champions musim ini selesai menangani Juventus di Allianz Fase, Rabu (17/4/2019) dini hari WIB pada leg ke-2. Ketinggalan terlebih dulu selesai dibobol Cristiano Ronaldo, Ajax mengubah kondisi karena gol Donny van de Beek serta Matthijs de Ligt.

Dengan kemenangan itu, Ajax juga lolos dengan agregat 3-2. Kemenangan ini meneruskan trend bagus De Godenzonen di Liga Champions.

Juventus jadi korban Ajax sesudah team raksasa lainnya, Real Madrid, di set 16 besar. Bahkan juga sebetulnya semenjak babak group, anak-anak asuh Ten Hag telah tunjukkan kekuatan besarnya.

Masuk dengan Bayern Munich, Benfica, serta AEK Athens, Ajax lolos tanpa ada kekalahan walau mesti senang di tempat dua. Mereka menghimpun tiga kemenangan serta 3x imbang, finish dengan 12 point serta ketinggalan dua point dari Bayern.

Atas debut Ajax ini, Ten Hag wajar memperoleh credit besar. Bagaimana tidak, murid Pep Guardiola ini sukses mengoptimalkan scuad muda yang dipunyainya — rata-rata umur Ajax 24,1 tahun — untuk bertanding dengan klub-klub berisi pemain top serta memiliki pengalaman seperti Bayern, Madrid, serta Juventus.

Ya, Ten Hag dapat dikatakan sebagai anak didik Guardiola. Kedua-duanya berjumpa di Bayern pada 2013. Bayern tertarik dengan Ten Hag selesai lihat debut sang pelatih bersama dengan Go Ahead Eagles pada 2012/2013, lantas membuatnya pelatih Bayern Munich II alias team reserve.

Sesaat Guardiola ditunjuk menjadi pelatih team penting saat yang bertepatan. Peluang kerja bersama dengan Guardiola berikut yang lalu memoles Ten Hag.

“Saya belajar beberapa dari Guardiola. Filosofinya itu spektakuler, yang ia kerjakan di Barcelona, Bayern, serta saat ini Manchester City, style menyerang serta atraktif itu membuat memenangkan beberapa hal,” papar Ten Hag diambil Marca medio Februari kemarin.

“Strutktur berikut yang saya coba aplikasikan dengan Ajax,” pungkasnya.

Satu diantara pengetahuan paling besar yang didapat Ten Hag dari Guardiola ialah elastisitas strategi. Pelatih 49 tahun ini umumnya mengaplikasikan skema 4-3-3 atau 4-2-3-1, tetapi sangat dinamis dalam praktek di lapangan. Dalam kisah melatihnya, Ten Hag tidak ragu-ragu mainkan 4-4-2 berlian bahkan juga skema 5-3-2.

Diluar itu, pendekatannya pada pemain pun menarik serta demikian detil. Ten Hag begitu mengutamakan segi mental. Ia akan memperhatikan reaksi-reaksi beberapa pemainnya pada satu kejadian negatif, contohnya kehilangan bola, pelanggaran, atau kondisi kebobolan.

Hasil dari penilaian ini, ia akan mengaplikasikan pendekatan yang dipandang pas untuk setiap pemain berdasar pada reaksinya. Dari sanalah muncul session latihan yang panjang serta intens, yang bahkan juga sering di rasa menjemukan oleh beberapa pemainnya.

Jadi tidak bingung jika Ajax yang rata-rata usianya termuda diantara perempatfinalis, miliki kematangan untuk berkompetisi dengan team seperti Madrid serta Juventus. Mereka bahkan juga tetap mengawali leg ke-2 dalam tempat tidak diuntungkan: ketinggalan 1-2 dari Madrid, kalah gol tandang dari Juventus selesai score 1-1 di Amsterdam.

Masih Ada Tahun Depan Juventus!

Juventus perpanjang puasa titel Liga Champions selesai didepak oleh Ajax Amsterdam. Mereka mesti coba mencapai trofi Si Kuping Besar musim depan.

Langkah Juventus di Liga Champions musim ini mesti berhenti di tangan Ajax di set perempatfinal. Kepastian itu didapat sesudah Si Nyonya Tua kalah 1-2 di Allianz Fase pada leg ke-2, Rabu (17/4/2019) pagi hari WIB.

Juventus yang bertindak selaku tuan-rumah sebetulnya memulai pertandingan dengan baik. Mereka dapat unggul terlebih dulu lewat Cristiano Ronaldo di menit ke-28.

Tetapi De Godenzonen lalu dapat bangun karena dua gol yang semasing diciptakan oleh Donny van de Beek serta Matthijs de Ligt. Dengan agregat Juventus kalah 3-2 dari wakil Belanda itu sebab di leg pertama ke-2 team bermain seri 1-1.

Hasil itu makin perpanjang puasa titel Bianconeri di arena Si Kuping Besar. Terdaftar Juventus telah 23 musim tidak sempat mencicip titel Liga Champions semenjak akhir kali musim 1995/1996.

Kegagalan untuk kegagalan yang mereka alami di Liga Champions membuat Juventus makin terpacu untuk selekasnya akhiri puasa titel ini. Selesai pertandingan, Presiden club, Andrea Agnelli, telah menggungkapkan akan bangun team yang lebih kuat untuk musim depan.

Komentar pejabat Juventus ini disikapi dengan penuh perasaan optimis oleh Federico Bernadeschi. Pemain dari Italia menyatakan timnya perlu menanti waktu untuk mencapai titel Liga Champions.

“Ini ialah tanda penting. Saya fikir Presiden telah bangun team semenjak tahun ini serta dalam beberapa waktu paling akhir. Mereka akan lakukan project itu tahun kedepan untuk memenangi Liga Champions,” kata Bernardeschi di Football Italia.

“Saya meyakini Liga Champions akan datang di Turin. Bila tidak tahun ini, itu akan berlangsung tahun selanjutnya apabila tidak tahun kedepan, jadi tahun selanjutnya . Itu akan tiba,” tegasnya.

Arsenal Naik ke Peringkat 4 Usai Tundukkan Watford 1-0

 

Arsenal meraih kemenangan tipis 1-0 di dalam lawatannya ke kandang Watford dalam laga lanjutan Premier League. Hasil tersebut mengangkat posisi Arsenal ke urutan 4.

Di dalam pertandingan matchday 34 Premier League yang berlangsung di Vicarage Road pada hari Selasa (16/4/2019) dinihari WIB, Arsenal membuka keunggulannya di menit ke-10. Pierre-Emerick Aubameyang yang mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan kesalahan yang dilakukan Ben Foster.

Watford lantas kehilangan Troy Deeney semenit berselang. Deeney mendapatkan kartu merah dari wasit Craig Pawson karena menyikut Granit Xhaka.

Dengan tambahan 3 poin dari pertandingan ini, The Gunners saat ini mengoleksi nilai 66 poin dan berada di peringkat 4. Sementara itu The Hornets berada di urutan 10 dengan nilai 46 poin.

Jalannya Laga

Watford memberikan tekanan kepada Arsenal di menit-menit awal pertandingan. Tim tuan rumah mendapatkan kesempatan di menit ke-4 melalui tendangan Will Hughes. Akan tetapi bola masih melenceng dari sasaran.

Lantas Arsenal yang malah membuka keunggulannya terlebih dulu di menit ke-10. Aubameyang membawa tim tamu memimpin 1-0 setelah memanfaatkan kesalahan yang dilakukan Foster. Foster membuat blunder sesudah menerima backpass. Upaya Foster untuk membuang bola malah dibelokkan Aubameyang yang memberinya tekanan. Si kulit bundar pun masuk ke dalam gawang.

Di dalam posisi ketinggalan, Watford lantas malah harus kehilangan salah seorang pemainnya. Deeney menerima kartu merah dari wasit Pawson karena menyikut Xhaka.

Walaupun kalah di dalam jumlah pemain, Watford bukannya tanpa peluang. Tembakan Craig Cathcart di menit ke-20 memaksa Bernd Leno membuat penyelamatan.

Arsenal melancarkan serangan balik. Alex Iwobi yang sendirian menusuk ke kotak penalti lantas melepaskan sepakan yang masih terlalu lemah sehingga bisa diblok barisan pertahanan Watford. Upaya kedua Iwobi juga bisa diantisipasi Foster.

Watford memperoleh sepakan bebas. Tendangan Etienne Capoue melewati pagar betis pemain Arsenal dan mengarah ke tiang jauh. Tapi Leno masih bisa menghalaunya dengan baik.

Babak pertama pun berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan Arsenal.

Di menit ke-57, Arsenal melancarkan serangan bali melalui Iwobi di sebelah kiri. Lalu Iwobi melepaskan umpan yang mengarah ke Henrikh Mkhitaryan yang tidak terkawal di dalam kotak penalti. Iwobi pun menyambut bola dengan tendangan voli, akan tetapi Foster masih bisa menghalau si kulit bundar dengan kakinya.

Watford sempat memberikan ancaman kepada Arsenal. Adam Masina melepaskan sepakan first time setelah menerima umpan Abdoulaye Doucoure. Namun Watford masih belum beruntung karena bola cuma menghantam mistar gawang Leno.

Upaya Arsenal untuk memperbesar keunggulannya masih belum membuahkan hasil. Tendangan Aaron Ramsey yang menerima umpan mendatar Mesut Oezil masih bisa dihalau barisan belakang Watford.

Begitu juga dengan umpan Mkhitaryan yang bergulir di muka gawang Watford. Tidak ada satu pun pemain Arsenal yang mampu meneruskannya menjadi gol.

Kesempatan bagus buat Watford di menit ke-80. Andre Gray bisa melewati Leno setelah menerima umpan Isaac Success. Akan tetapi tendangan Gray masih bisa diblok Ainsley Maitland-Niles.

Aubameyang tidak bisa menambah gol buat Arsenal di menit ke-88. Sudah berada di dalam kotak penalti setelah bergerak dari sebelah kiri, Aubameyang tidak mampu mengarahkan tembakannya ke gawang.

Pada sisa waktu pertandingan tidak ada gol yang tercipta. Skor 1-0 untuk keunggulan Arsenal tetap bertahan sampai wasit meniupkan peluit panjang tanda pertandingan berakhir.

Liverpool Menang 2-0 Atas Chelsea

 

Liverpool berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Chelsea untuk menjaga peluang juara Premier League 2018/2019 tetap terjaga. Sadio Mane dan Mohamed Salah menjadi pencetak gol kemenangan Liverpool di dalam pertandingan ini.

Tampil di Anfield pada hari Minggu (14/4/2019) malam WIB, Liverpool bermain dominan pada menit-menit awal laga. Akan tetapi walaupun menciptakan banyak peluang, tidak ada yang bisa dikonversi menjadi gol.

Kesempatan pertama dibuat Liverpool pada menit ke-6. Mane yang mendapatkan bola di sebelah kanan pertahanan Chelsea melepaskan crossing ke dalam kotak penalti. Salah yang berada disana melepaskan tembakan first time dengan kaki kirinya. Tapi bola terlebih dulu memantul ke tanah sehingga Kepa Arrizabalaga bisa dengan mudah menjinakkannya.

Di hadapan pendukungnya sendiri, Liverpool tampil dominan di beberapa menit awal pertandingan. Tim tuan rumah menekan dari pertahanan Chelsea yang membuat tim tamu sering kehilangan bola di areanya sendiri.

Kans pertama Chelsea baru hadir pada menit ke-19. Mendapatkan bola di dalam kotak penalti, Eden Hazard mencoba meliuk-liuk melewati pemain lawan. Tapi upaya Hazard berakhir dengan sepakan mendatar yang mudah diamankan Alisson Becker.

Salah memantulkan bola yang dia dapatkan di dalam kotak penalti kepada Jordan Henderson pada menit ke-25. Henderson menyambutnya dengan melepaskan sepakan keras, tapi mengenai kaki David Luiz. Bola yang melambung liar pun hampir masuk ke dalam gawang Chelsea.

Lima menit kemudian, serangan balik cepat dilancarkan Chelsea dan hampir menjadi gol. Willian berhasil mengejar bola dari tengah lapangan dan menusuk mendekat ke kotak penalti. Disana Willian yang mendapatkan ruang langsung melepaskan tembakan, akan tetapi akurasi sepakannya amat buruk.

Kesempatan Liverpool berikutnya hadir pada menit ke-39. Di tengah lapangan, Roberto Firmino melepaskan umpan kepada Salah yang berlari di sebelah kanan lapangan. Salah lantas melepaskan umpan mendatar ke dalam kotak penalti dimana Mane berada. Tendangan keras Mane tipis melenceng dari gawang Chelsea.

Itu menjadi kans terakhir yang tercipta pada paruh pertama. Tak ada gol yang tercipta dan skor masih 0-0.

Dominasi Liverpool tidak berkurang pada awal babak kedua. Kali ini serangan ke pertahanan Chelsea membuahkan hasil lewat gol Sane pada menit ke-51. Berdiri di tiang jauh dan tidak terkawal, umpan Henderson berhasil disundul masuk oleh Mane. Kepa memang bisa menyentuh bola dengan ujung jarinya, namun itu tidak cukup untuk menghindarkan gawang Chelsea dari kebobolan. 1-0 untuk Liverpool.

Sekitar dua menit kemudian, Salah menggandakan keunggulan Liverpool menjadi 2-0. Salah mencatatkan namanya di papan skor dengan tembakan jarak jauh yang indah. Mendapatkan umpan panjang dari tengah lapangan, Salah yang berada di sebelah kanan memotong ke tengah dan langsung melepaskan sepakan keras. Bola melaju deras ke sudut atas kanan gawang tanpa dapat diantisipasi Kepa.

Tiang gawang menggagalkan upaya dari Hazard. Chelsea hampir memperkecil skor ketika Hazard lepas dari perangkap offside saat menerima umpan panjang dari tengah lapangan. Bola yang diarahkan Hazarad ketika berduel satu lawan satu dengan Alisson hanya mengenai tiang gawang dan kembali ke dalam lapangan permainan.

Hazard kembali mendapatkan kesempatan saat upayanya membelokkan bola yang diumpan dari sisi lapangan terlalu lemah. Walaupun begitu, Alisson mesti bersusah payah mencegah bola masuk ke dalam gawangnya.

Salah hampir menciptakan gol ketiga Liverpool pada menit ke-65. Menusuk masuk ke dalam kotak penalti, tembakan Salah ke arah tiang dekat masih bisa dijinakkan Kepa.

Lewat skenario sepak pojok pada menit ke-80, Liverpool mempunyai kesempatan lain ketika sepakan Firmino masih bisa diantisipasi dengan baik oleh Kepa. Kans terakhir di dalam laga ini hadir dari tendangan Mane yang bisa ditepis Kepa. Sampai pertandingan berakhir, Liverpool tetap mampu mempertahankan keunggulan 2-0 atas Chelsea.

3 Pemain Liga Inggris yang Bakal Bergabung ke Real Madrid

 

Perform Real Madrid telah tampak lebih baik dibawah bimbingan Santiago Solari. Pria asal Argentina itu sukses membawa timnya menempati di tempat ke-2 klassemen La Liga.

Bahkan juga, Los Blancos sekarang ini masih tetap miliki kesempatan menjadi juara La Liga di akhir musim. Karena, mereka cuma ketinggalan enam point dari pimpinan klassemen Barcelona.

Walau demikian, tidak bisa disangkal jika scuad Madrid sekarang ini perlu perbaikan. Mereka pun butuh temukan simbol baru sesudah kepergian Cristiano Ronaldo ke Juventus.

Madrid mesti lakukan berbelanja besar pada bursa transfer musim panas yang akan datang. Mereka dapat membidik beberapa pemain bintang yang bermain di Premier League.

Di bawah ini tiga bintang Premier League yang dapat pindah ke Real Madrid pada musim panas.

Christian Eriksen

Eriksen masuk dengan Tottenham Hotspur dari Ajax pada 2013 dengan cost transfer seputar 12,15 juta pounds. Pemain internasional Denmark itu adalah pemain terpenting Spurs tidak hanya Harry Kane, Dele Alli, serta Son Heung-min.

Eriksen dihubungkan dengan Real Madrid akhir-akhir ini. Raksasa Spanyol itu dilaporkan tertarik mengambil pemain internasional Denmark itu menyusul ketidakpastian sekitar hari esok Isco, Luka Modric serta James Rodriguez.

Style bermain Eriksen dapat membuat masuk dengan gampang ke starting XI Madrid. Ia dapat menyuntikkan kreatifitas di scuad Los Blancos sekarang ini.

Harry Kane

Harry Kane dipandang seperti salah satunya penyerang elit dalam dunia sepakbola. Kane menimba pengetahuan di akademi Arsenal tapi namanya cemerlang bersama dengan Tottenham.

Pemain dari Inggris itu dapat cetak banyak gol untuk Spurs dengan berkelanjutan tiap-tiap musim. Karenanya, tidaklah heran jika pemain berumur 25 tahun itu diharapkan banyak club papan atas Eropa.

Kurangnya prestasi yang dicapai Spurs dapat membuat Kane tinggalkan club. Kane dapat jadi alternatif yang prima untuk Karim Benzema di Real Madrid.

Eden Hazard

Pemain Belgia itu masuk dengan Chelsea pada 2012. Mulai sejak itu, Hazard jadi sisi yang tidak tergantikan dari scuad The Blues.

Juara Premier League 2x itu ialah salah satunya pemain yang dapat memenangi Ballon d’Or di hari esok. Sesudah Cristiano Ronaldo tinggalkan Santiago Bernabeu pada musim panas, Hazard makin marak dihubungkan dengan Real Madrid

Mengingat tempat Chelsea sekarang ini dibawah Maurizio Sarri, Hazard dapat tinggalkan Stamford Bridge dalam tempo dekat serta masuk dengan Madrid. Ia dapat jadi simbol baru Madrid mengingat Gareth Bale seringkali menepi sebab cedera.

Jorginho Dinilai Terlalu Lambat

Jorginho yang kini telah dinilai bahwa ia terlalu lambat dalam untuk menjalankan sebuah peran yang sentral yang berada di lapangan tengah pada tim Chelsea itu sendiri.dan selain dari itu juga italia yang juga tidak sama dengan inggris, yang seharusnya dia juga harus bergerak dan berpikir lebih cepat.

Selain dari itu juga bahw jorginho yang bagaimana pun juga sudah di beli Chelsea yang berasal dari klub Napoli dalam memenuhi kebutuhan dari Maurizio Sarri dalam mengembangkan suatu perkembangan skema permainannya di Stamford bridge. Menurut kabarnya sendiri bahwa gelandang yang berasal dari brasil itu juga pernah menjadi jangkar permainan the blues, dan dimana ada suatu aliran bola bnyak yang berpusat padanya.

Namun akan tetapi, ada dua kekalahan yang juga sudah mengakibatkan suatu permainan menjadi lebih buruk yang kini masih diderita oleh Chelsea dalam dua pekan terakhir yang juga sudah banyak memunculkan pertanyaan-pertanyaan persoalan pada kemampuan dan keahilan dari jorginho itu . dan pada saat aliran bola yang telah menuju jorginho itu berhasil dibatasi, dan Chelsea yang bagaimana pun juga sudah mendapatkan suatu keharian maupun pertandingan yang berjalan tidak mulus dikarenakan bahwa Chelsea telah kalah telak pada saat melawan Bournemouth dengan skor yang juga tidak pantas sekali yaitu 0-4 . itu pun begitu sangat digilas oleh manhester city di bantai dengan skor yang jauh lebih dalam yaitu 6-0.

“saya juga tidak mempunyai masalah sama sekali dengan jorginho. Dan bagi saya bahwa dia adalah suatu pemain yang bagus dan juga konsisten meskipun pada saat Chelsea yang sedang mengalami hari-hari yang tidak menyenangkan. Namun akan tetapi di premier league, bukan serie a. anda tidak bisa bermain di italia dengan cara yang sama diinggris,”ujar mantan dari gelandang Chelsea dan juga timnas dari prancis,Emmanuel Petit.

“Di Italia anda juga punya waktu yang cukup untuk bermain, dalam mengatur bola, dan itu juga sudah dilakukan dengan indah,dan juga tidak diragukan lagi.”