Info Terbaru :
Selamat Datang di Agenliga.biz – Agen Bola Terpercaya di Indonesia
Segera bergabung dengan Agenliga.biz dan dapatkan pelayanan yang super menarik
Apabila anda membutuhkan bantuan, silahkan hubungi kami di bagian Customer Support !

Agen Bola - Agen Bola SBOBET - Agen Bola IBCBET - Bola Tangkas - Togel Online

Ronaldo bugar, Messi berisiko keluar dari Argentina

Cristiano Ronaldo

Penampilan Ronaldo dan Messi di puncak ini dua lawan. Jika CR7 sangat terang, maka M10 sangat mengecewakan. Ini merupakan momen penting bagi Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi untuk mencalonkan diri ke Golden Ball. Ronaldo memiliki keunggulan sebagai performa paling cemerlang musim 2016/17, menjadi sumber motivasi bagi Real Madrid untuk melengkapi La Liga dan Liga Champions dua kali untuk pertama kalinya dalam 59 tahun. Sementara itu, Messi harus berusaha keras untuk mengkompensasi kegagalan musim penuh dengan Barca.

Namun, perkembangan dalam sepekan terakhir menunjukkan bahwa itu adalah Ronaldo, bukan Messi, yang lebih termotivasi. Serta peran kapten di dua tim Portugal dan Argentina, namun cara kedua superstar ini memainkan peran pemimpin sejati berbeda jalur.

Jika CR7 adalah pemimpin profesional dan pemimpin spiritual, Messi kurang memiliki prestise dan kepribadian untuk menghidupkan kembali tim Argentina yang berantakan. Ronaldo dan Messi di lapangan, hasil Portugal dan Argentina bisa terus berlanjut. Ronaldo mencetak hat-trick di depan Kepulauan Faroe, yang membangun super bagi Andre Silva untuk mencetak gol di lawan tangguh Hungaria. Akibatnya, juara bertahan Eropa secara resmi memotong lawan-lawan mereka, tidak diragukan lagi mengamankan tempat kedua setidaknya satu tiket playoff.

Pintu untuk memenangkan tiket ke “Eropa Eropa” resmi masih sangat cerah, karena mereka juga memiliki saingan langsung Swiss di kandang sendiri di babak terakhir. Leg pertama Swiss, Ronaldo tidak bermain dan benar Portugal kalah dalam pertandingan.

Sementara pada saat yang paling sulit, fans Argentina sangat berharap pada Lionel Messi, dan sekali lagi sangat kecewa. Kapten “Albiceleste” tidak memiliki kepribadian dan tidak bisa menjadi tumpuan rekan setimnya saat dibutuhkan. Messi hanyalah pemain bagus dan bukan kapten inspirasional seperti CR7.

Dalam laga “final” melawan lawan tangguh Uruguay, Messi bermain 90 menit namun tidak ada bedanya. Lalu datanglah penyambut Venezuela, Messi juga “tersesat”, lalu Argentina ditahan. Alhasil Argentina berisiko menjadi penonton di Piala Dunia 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>